Memaafkan memang bukan perkara mudah. Kadang rasanya lebih gampang menyimpan dendam daripada mencoba berdamai dengan luka lama. Tapi tahukah kamu, keputusan untuk memaafkan ternyata bukan cuma bikin hati lebih lega, tapi juga mengubah cara kerja otakmu secara signifikan?
Pakar neuroscience sudah meneliti bagaimana otak bereaksi saat kamu memilih untuk memaafkan seseorang yang pernah menyakitimu. Efeknya gak main-main, lho. Bukan cuma bikin perasaan jadi lebih tenang, tapi juga memengaruhi performa kamu di tempat kerja, relasi sosial, bahkan kondisi kesehatan mental secara keseluruhan.
Kalau kamu penasaran gimana sebenarnya proses di balik keputusan memaafkan itu, berikut ini lima hal yang terjadi di otak saat kamu memutuskan untuk memaafkan menurut para ahli.
