Novel terjemahan dari Jepang, Twenty-Four Eyes, menceritakan tentang kehidupan seorang guru dengan murid-muridnya di masa perang. Ditulis oleh Sakae Tsuboi dengan tebal 248 halaman, novel ini cocok dibaca untuk memaknai kehidupan, apalagi sebagai seorang pendidik.
Kisah Miss Oishi sebagai guru yang mengajar di SD Tanjung, tentunya akan membawamu kepada kehangatan tersendiri. Kamu bakal merasakan ketulusan dari Miss Oishi dalam mendidik para muridnya yang memiliki karakter berbeda. Muridnya pun sangat menyayangi dan menghormati gurunya. Yuk, simak lima quote dalam buku Twenty Four Eyes di bawah ini, ya!
