Gianyar, IDN Times- Limbah sisa upacara di Bali selama ini identik dengan tumpukan sampah. Namun, di tangan I Kadek Kamardiyana, limbah tersebut justru berubah jadi solusi. Warga Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring ini berhasil mengolah sisa upacara menjadi pakan ternak berbasis fermentasi.
Inovasi itu mengantarkannya meraih penghargaan Citra Karya Raksita 2026 yang diserahkan langsung oleh I Made Mahayastra di Alun-Alun Gianyar. Kamardiyana yang juga menjabat sebagai Kepala Lingkungan Panglan mengaku, ide tersebut muncul saat pandemi COVID-19.
Saat itu, harga pakan ternak meningkat dan memberatkan peternak. Di sisi lain, ia melihat limbah upacara di Bali jumlahnya melimpah, namun belum dimanfaatkan secara optimal.
“Limbah upacara di Bali cukup banyak dan belum dikelola maksimal. Dari situ saya mencoba mengolahnya menjadi pakan ternak melalui proses fermentasi,” ujarnya, Jumat (1/5/2026).
