Denpasar, IDN Times - Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada 2 Mei, menjadi momen refleksi situasi pendidikan di Indonesia, khususnya Bali. Pendidikan tidak hanya sekadar jalan meraih cita-cita dan pekerjaan, tapi ada hal mendalam yang masih belum digali, yaitu menjadi manusia sepenuhnya.
Manusia pemikiran kritis yang selaras dengan laku dan budinya sehari-hari. Manusia yang sadar lingkungan dan membuktikannya dalam kehidupan. Kurikulum pendidikan berbasis kehidupan yang digadang-gadang menjadi solusi keselarasan teori dan praktik, ternyata belum menjawab seutuhnya.
Akademisi Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), I Gde Wawan Sudatha menegaskan bahwa belajar bukan hanya kegiatan menghafal teori, tapi lebih dari itu. “Belajar pada hakikatnya bukan sekadar menghafal teori atau rumus, melainkan proses membangun kemampuan untuk menghadapi tantangan nyata,” kata Wawan kepada IDN Times Sabtu (2/5/2026).
