LBH BWCC dan Subdit IV PPA Polda Bali saat mengunjungi lokasi pameran lukisan. (IDN Times/Ayu Afria)
Kegiatan tersebut juga diselenggarakan sebagai perayaan penanda satu dekade LBH BWCC serta memperingati Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (HAKtP) dan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) dengan melibatkan anak-anak. yaitu pameran lukisan karya Kulidan Art Class dan Maha Putra Art.
Pameran yang terbuka untuk publik tersebut cukup menyedot perhatian publik, karena lukisan karya anak-anak ini lekat dengan keharmonisan dalam rumah tangga dan berteman.
Salah satu pelukis, Komang Tantri (6) menggambar tentang lingkungan pertemannya. (IDN Times/Ayu Afria)
Nyoman Sudarma bercerita, anaknya melukis teman-teman bermain sesuai dengan imajinasinya sendiri. Butuh waktu sekitar dua jam, Komang Tantri (6) bisa menggambarkan lingkungan pertemanannya.
“Merasa bangga dan senang. (Melukis) teman bermainnya ya. Sendiri kok (melukis), nggak ada bantuan siapa. Emang dia punya imajinasi. Sambil bermain itu, dia ngelukis sambil bercanda dengan teman,” jelasnya.
Salah satu pelukis Zoya (5) menceritakan lukisannya kepada IDN Times. (IDN Times/Ayu Afria)
Orangtua anak lainnya, Komang UA, mengapresiasi lukisan–lukisan yang dipamerkan tersebut. Lukisan ini menunjukkan karya anak yang belum tahu banyak tentang seni. Putrinya, Zoya (5), awalnya terlihat kebingungan mencari imajinasi gambar yang akan dilukis dan dipamerkan saat itu. Atas panduan gurunya, Zoya mulai berimajinasi dan tiba-tiba menggambar keluarganya.
“Sampai rumah dia (Zoya) menceritakan sendiri sama neneknya. Sama Omnya. Terkesan sekali anak ini ya,” ungkapnya.
Berikut ini deretan lukisan yang dipamerkan:
Lukisan anak-anak berjudul AKu Benci Pertengkaran. (IDN Times/Ayu Afria)
Lukisan berjudul depresi di pameran Konser musik amal oleh LBH BWCC. (IDN Times/Ayu Afria)
Lukisan berjudul Mereka Salah yang dipamerkan di acara LBH BWCC. (IDN Times/Ayu Afria)
Lukisan karya anak yang dipamerkan di acara LBH BWCC. (IDN Times/Irma Yudistirani)
Lukisan karya anak yang dipamerkan di acara LBH BWCC. (IDN Times/Irma Yudistirani)