Badung, IDN Times - Angin kencang yang terjadi pada Kamis (5/3/2026) dini hari menyebabkan plafon di Terminal Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali runtuh. Kejadian ini diperkirakan pukul 00.30 Wita, saat angin kencang dan hujan berlangsung.
Communication and Legal Division Head PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Gede Eka Sandi Asmadi, mengatakan pihak bandara meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pengguna jasa saat kejadian berlangsung.
Pada kejadian, tidak ada korban jiwa ataupun korban cedera, sehingga dipastikan juga tidak ada kerugian terhadap pengguna jasa ataupun mitra kerja dan mitra usaha.
"Kami turut menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna jasa atas ketidaknyamanannya," ungkapnya.
Sehubungan dengan kondisi cuaca angin kencang yang terjadi di wilayah Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, secara umum operasional penerbangan dan kebandarudaraan diakuinya berjalan dengan optimal. Berdasarkan data penerbangan, tidak terdapat penerbangan yang terdampak cuaca angin kencang, baik itu berupa pengalihan penerbangan (divert), penundaan penerbangan (postponed), maupun pembatalan penerbangan (cancel).
Untuk diketahui Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah III Denpasar mengungkapkan, kecepatan angin di Bali saat ini berada di kisaran 6-48 kilometer per jam.
