Receptionist Hotel Inaya Putri menerima telepon (IDN Times/Ayu Afria)
Sementara itu General Manager Inaya Putri Bali Nusa Dua, I Made Merta belum lama ini menyampaikan pihaknya siap menyambut program pemerintah di sektor pariwisata terkait Clean, Clean, Helathy dan Safety Hotel.
Dalam kondisi pandemik ini, okupansi hotel berada di single digit yakni mereka yang menginap di Inaya Putri Bali adalah tamu domestik dan Warga Negara Asing (WNA) yang berada di Bali.
“Kemarin kami closed di 3 persen. Masih, masih rendah. Di kisaran antara 2 sampai 3. Mudah-mudahan nanti semua regulasi transportasi udara, darat itu semua dibuka. Itu akan bisa merangsang orang-orang untuk bepergian atau berlibur,” terangnya.
Menjelang penerapan new normal, diakuinya sudah ada pemesanan kamar hotel. Angka pemesanan kamar untuk bulan Juni saja di angka 4 persen. Bulan Juli 10 persen dan September 20 persen dan hingga Desember mencapai 29 persen.
“Mudah-mudahan situasinya baik, regulasi menunjang. Kita kan pulih kembali,” ungkapnya.
Bagaimana pelaku usaha perhotelan bertahan di tengah pandemik saat ini? I Made Merta juga menyampaikan bahwa agar bisa bertahan di situasi saat ini, hotel harus memiliki lisensi yang jelas. Operasional hotel tetap berlangsung dengan tenaga seadanya dan properti harus terus terawat.