Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Permintaan Kambing di Tabanan Meningkat Menjelang Idul Adha
ilustrasi kambing (unsplash.com/Mouaadh Tobok)

Tabanan, IDN Times - Permintaan terhadap kambing sebagai hewan kurban untuk Idul Adha 2025 mengalami peningkatan di Kabupaten Tabanan. Angka permintaannya mendekati ratusan ekor.

Seorang peternak kambing di Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Gede Giri, telah menjual lebih dari 100 ekor kambing jantan siap sembelih sejak sebulan terakhir. Jumlah ini naik dari rata-rata penjualan puluhan ekor per bulan.

1. Harga kambing dibanderol Rp2,5 juta hingga Rp5,5 juta

Photo by Defrino Maasy

Giri melanjutkan, transaksi penjualan kambing mengalami lonjakan tajam sejak sebulan terakhir. Permintaan pasarnya cenderung memilih kambing dewasa. Harga kambing saat ini dibanderol mulai dari Rp2,5 juta hingga Rp5,5 juta per ekor tergantung bobot. Harga tersebut mengalami kenaikan sekitar Rp500 ribuan per ekor dibandingkan harga normal.

"Biasanya permintaan itu lebih banyak ke anak kambing dengan tujuan untuk digemukkan. Tetapi sekarang ini, banyak yang mencari kambing yang sudah dewasa," ujarnya, Senin (2/6/2025).

2. Permintaan kambing datang dari luar daerah Tabanan

ilustrasi kambing (pexels.com/Nandhu Kumar)

Permintaan kambing ini tidak hanya datang dari wilayah Tabanan. Menurut Giri, ada juga dari daerah lain seperti Kota Denpasar dan Singaraja. Selain pembeli perorangan, sejumlah pengepul juga mulai melakukan pemesanan dalam jumlah besar menjelang puncak permintaan kurban.

Untuk memenuhi permintaan hewan kurban, Giri menyiapkan sekitar 200 ekor kambing siap jual untuk memenuhi permintaan hingga H-1 Idul Adha.

3. Dinas Pertanian akan memastikan kesehatan hewan kurban

ilustrasi kambing (freepik.com/freepik)

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Tabanan, Gde Eka Parta Ariana, mengungkapkan untuk memastikan hewan kurban tersebut aman dikonsumsi, pihaknya melalui Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) di tingkat kecamatan akan melakukan pemeriksaan yang meliputi antemortem. Pemeriksaan ini mengacu pada penampakan kesehatan hewan dari luar, hingga bagian mulut.

Sementara pemeriksaan post mortem menyasar daging, dan bagian organ dalam hewan. Selain itu, tentunya untuk sapi yang dipotong haruslah berjenis kelamin jantan, dan sudah divaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Pemeriksaan antemortem rencananya mulai dilaksanakan H–3 atau H-2, dan menyasar semua titik pemotongan hewan kurban. Sedangkan pemeriksaan post mortem dilakukan pada Idul Adha 6 Juni 2025.

Editorial Team