Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali, Prof Dr I Gusti Ngurah Sudiana MSi, mengatakan umat Hindu dan PHDI merasa kehilangan akan sosok pelantun Puja Tri Sandya itu. Ida Pedanda Gde Made Tembau terkenal tidak kenal lelah memberikan keteladanan dan pembinaan.
"PHDI dan umat Hindu merasa sangat kehilangan tokoh agama yang mempunyai peran penting dalam memberikan pembinaan dan keteladanan di bidang rohani. Beliau sebagai sulinggih yang aktif dalam mencerdaskan umat Hindu dan tidak kenal lelah," ungkap Ngurah Sudiana dihubungi via WhatsApp, Rabu (29/5).
Dari keterangan Ngurah Sudiana, Ida Pedanda Gde Made Tembau dipilih menjadi pelantun Puja Tri Sandya saat ia masih berstatus walaka tahun 1970-an. Ia terpilih menjadi pelantun Puja Tri Sandya karena diketahui oleh seorang tokoh asal Bali, I Gusti Bagus Sugriwa, mempunyai suara yang sangat bagus. Menurut Bagus Sugriwa, suaranya sangat cocok tatkala melantunkan Puja Tri Sandya.
"Maka diutuslah saat itu seseorang bernama Bapak Wayan Lodra untuk mengundang beliau rekaman di studio RRI Denpasar. Kala itu, hasil rekamannya untuk dikumandangkan di RRI sebanyak tiga kali dalam sehari," jelasnya.
Lambat laun, sekitar tahun 2014, PHDI Provinsi Bali memohon Ida Pedanda Gde Made Tembau agar berkenan rekaman Puja Tri Sandya kemabali untuk menyeragamkan rekaman untuk ditayangkan baik di radio maupun di televisi yang mengudara di Pulau Dewata.
"Sebagaimana yang kita saksikan sekarang, dalam Puja Tri Sandya ada tulisan Sansekerta dan Bali, serta suaranya ditata secara modern. Itulah jasa-jasa beliau," tutupnya.