Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Penyelidikan Mahasiswa Tewas di Dasar Shortcut Gitgit Masih Berlanjut
Korban meninggal di dasar Jembatan Shortcut 7, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. (Polres Buleleng)
  • Polres Buleleng masih menyelidiki kematian mahasiswa I Putu Gde Pradnya Nolan Toli yang ditemukan di dasar jurang Shortcut Gitgit, dengan fokus mencari penyebab pasti dan mengumpulkan bukti.
  • Keluarga korban menolak dugaan bunuh diri karena korban baru menyelesaikan sidang skripsi, sementara polisi terus memeriksa saksi serta melakukan autopsi di RSUD Kabupaten Buleleng.
  • Penemuan jasad berawal dari kecurigaan warga terhadap motor yang terparkir lama di jembatan, hingga akhirnya korban ditemukan tewas dengan luka patah kaki dan pendarahan di kepala.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Buleleng, IDN Times - Kematian tragis mahasiswa bernama I Putu Gde Pradnya Nolan Toli (22), masih menyisakan sejumlah misteri. Berdasarkan keterangan keluarga korban, korban tidak ada indikasi mengakhiri hidup.

Keterangan itu didasarkan bahwa korban baru saja selesai menyelesaikan sidang skripsi. Merespons tanggapan keluarga korban, pihak Polres Buleleng pun mendalaminya.

“Hingga saat ini polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kejadian tersebut, termasuk mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti di lokasi,” jelas Kasi Humas Polres Buleleng Iptu Yohana Rosalin Diaz pada Sabtu (28/2/2026).

Seperti diketahui, warga menemukan jasad korban di pada Kamis (26/2/2026) di dasar jurang, sekitar Jembatan Shortcut 7, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng.  

Jasad korban dalam tahap autopsi

Ilustrasi jenazah. (IDN Times/Mia Amalia)

Selain melakukan penyelidikan, proses autopsi terhadap jasad korban dilakukan. Menggunakan mobil ambulans jasad korban langsung menuju ke RSUD Kabupaten Buleleng pada pukul 15.00 WITA Kamis (26/2/2026) lalu. 

Korban adalah warga Perumahan Wira Bakti, Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng. Yohana mengungkap, bahwa penemuan jasad korban berawal dari kecurigaan seorang warga setempat Wayan Somarata (54). Somarata melihat sepeda motor terparkir di lokasi jembatan sejak pagi hingga siang hari tanpa pemilik.

Warga sekitar melakukan pencarian ke bawah jembatan

Ilustrasi jenazah (IDN Times/Mardya Shakti)

Somarata hendak menuju kebun sekitar pukul 09.00 WITA. Selama perjalanan menuju kebun, Somarata melihat sepeda motor korban pertama kali. Sepeda motor Honda Sonic warna hitam dengan nomor polisi DK 2069 UBQ terparkir di pinggir Jembatan Shortcut 7. Kala itu, Somarata mengira pemiliknya sedang berfoto di sekitar jembatan, sehingga tidak menaruh curiga.

Namun, saat saksi kembali dari kebun sekitar pukul 12.15 Wita, sepeda motor tersebut masih berada di lokasi yang sama. Rasa curiga Somarata pun muncul. “Saksi Somarata kemudian melakukan pengecekan di sekitar jembatan, namun tidak menemukan siapa pun. Selanjutnya saksi menghubungi kepala dusun dan bersama warga melakukan pencarian ke bawah jembatan,” ujar Yohana.

Pemeriksaan awal korban alami patah kaki, luka di kepala, dan pendarahan dari mulut

Ilustrasi Jenazah. (IDN Times/Esti Suryani)

Beberapa jam setelah pencarian di bawah jembatan, mengungkap fakta tragis. Warga sekitar menemukan tubuh korban tergeletak di dasar jembatan. Korban mengenakan jaket hitam dan celana panjang hitam.

Warga segera melaporkan ke aparat gabungan mulai dari Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Polsek Sukasada. Mereka segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi. Kondisi medan yang curam, evakuasi dilakukan secara manual dengan membuat tenda darurat menggunakan bambu dan karung.

Tim medis dari Puskesmas Sukasada II bersama Unit Inafis Polres Buleleng kemudian melakukan pemeriksaan awal di lokasi kejadian. “Berdasarkan hasil pemeriksaan medis oleh dokter Puskesmas Sukasada II, korban mengalami patah tulang pada kaki, luka di kepala, serta pendarahan dari mulut,” jelas Yohana.

Editorial Team