Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Penyebab Mual Muntah 16 Siswa SD di Buleleng Masih Diselidiki
Ilustrasi pengecekan sampel makanan. (IDN Times/Yuko Utami)
  • Sebanyak 16 siswa SDN 3 Banjar Jawa, Buleleng, mengalami mual, muntah, dan sakit perut sejak 5 Oktober 2026 dalam rentang hari berbeda.
  • Empat siswa sempat dirawat inap di RSUD Buleleng dan RSU Parama Sidhi Singaraja; dua siswa masih dirawat namun kondisinya membaik.
  • Dinkes Buleleng bersama Labkesda menelusuri penyebab melalui sampel makanan, muntahan, air, pendukung SPPG, serta makanan dari warung sekitar; hasil belum tersedia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Sebanyak 16 siswa SDN 3 Banjar Jawa mengalami mual, muntah, dan sakit perut. Penyebab kejadian tersebut masih dalam penyelidikan kesehatan.
  • Who?
    16 siswa SDN 3 Banjar Jawa terdampak; empat siswa sempat dirawat inap. Dinkes Buleleng, Labkesda Buleleng, dan Labkesda Provinsi Bali melakukan penelusuran.
  • Where?
    Kejadian melibatkan siswa SDN 3 Banjar Jawa di Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng. Perawatan inap dilakukan di RSUD Buleleng dan RSU Parama Sidhi Singaraja.
  • When?
    Gejala muncul pada rentang hari berbeda sejak Senin, 5 Oktober 2026. Kondisi dan proses penelusuran disampaikan pada Sabtu, 10 Oktober 2026.
  • Why?
    Penyebab mual, muntah, dan sakit perut per saat ini masih belum diketahui. Hasil pemeriksaan laboratorium belum diterima oleh Dinkes Buleleng.
  • How?
    Tim memeriksa sampel makanan, muntahan, air, pendukung SPPG, serta makanan dari warung sekitar. Dua siswa masih dirawat dan kondisinya telah membaik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Buleleng, IDN Times - Sebanyak 16 orang siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Banjar Jawa, Kecamatan Buleleng, Buleleng mengalami gejala mual dan muntah.

Mereka mengalami gejala tersebut pada rentang hari yang berbeda, diawali sejak Senin lalu, 5 Oktober 2026.

Empat orang dari 16 orang siswa sempat menjalani rawat inap di rumah sakit, yakni di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buleleng dan RSU Parama Sidhi Singaraja.

Berdasarkan keterangan Kepala SDN 3 Banjar Jawa, Putu Susila, ada dua orang siswa yang masih dalam perawatan dan telah membaik.

“Anak-anak sudah dalam kondisi baik,” ujar Susila kepada IDN Times Sabtu (10/10/2026).

Sementara itu, penyebab belasan siswa dengan gejala mual, muntah, dan sakit perut masih diselidiki oleh Tim Kesehatan Lingkungan dan Surveilans Dinas Kesehatan (Dinkes) Buleleng, Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Buleleng, serta Labkesda Provinsi Bali.

Kepala Dinkes Buleleng, dr Sucipto, membenarkan adanya kejadian ini dan sekarang dalam tahap penelusuran.

“Kita masih melakukan penelusuran hasilnya belum kita terima laporannya,” kata dia.

Saat IDN Times menanyakan objek sampel yang ditelusuri, Sucipto memaparkan sederet sampel.

“Sampel yang kita periksa sampel makanan, sampel muntahan, air, jadi pendukung SPPG juga kita sampel. Makanan dari warung-warung sekitar juga, untuk hasilnya nanti belum bisa kita pastikan kapan,” jelas Sucipto, pada Sabtu (10/10/2026)

Ia menyampaikan hasil pengecekan sampel akan disampaikan oleh Labkesda Buleleng dan Bali.

Curated For You

Editorial Team

Related Article