Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
longsor bangli.jpeg
Pencarian korban hilang akibat tanah longsor di Desa Suter, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. (Dok. BPBD Bangli)

Intinya sih...

  • Korban dan dua saksi mata telah mencari bambu sejak tiga minggu lalu

  • Pencarian korban terkendala hujan dan risiko longsor susulan

  • Polda Bali menerjunkan anjing pelacak untuk pencarian korban hari ini

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bangli, IDN Times - Seorang pekerja potong bambu di Banjar Dinas Suter, Desa Suter, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli tertimbun tanah longsor sejak Jumat (13/2/2026). Korban hilang bernama Nyoman Buda, tertimbun tebing longsor dengan tinggi sekitar 90 meter.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah-Pemadam Kebakaran (BPBD-DAMKAR) Kabupaten Bangli, telah melakukan pencarian terhadap korban sejak kemarin. Kepala BPBD-Damkar Bangli, I Wayan Wardana menjelaskan bahwa korban tertimbun longsor saat tengah bekerja di dasar tebing mencari bambu.

“Secara geografis korban memang persis bekerja di dasar tebing yang sisi barat dan timur terbentang tebing tinggi,” kata Wardana kepada IDN Times (14/2/2026).

Berikut kronologi dan pencarian korban selengkapnya.

1. Korban dan dua saksi mata telah mencari bambu sejak tiga minggu

Pencarian korban hilang akibat tanah longsor di Desa Suter, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. (Dok. BPBD Bangli)

Menurut saksi mata bernama Adit dan Wayan Dauh, korban merupakan pekerja pemotong bambu. Adit, Wayan Dauh, dan Nyoman Buda telah mencari bambu sejak hampir tiga minggu lalu. Selama proses pekerjaan potong bambu, korban bersama tenaga gotongnya mendirikan bangunan darurat di sekitar lokasi untuk memudahkan istirahat dari lelahnya bekerja.

Bambu tersebut tumbuh di lereng tebing sekitar tanah longsor. Wardana mengungkapkan, Jumat (13/2/2026) proses pemotongan bambu sejatinya telah selesai dan berlanjut ke proses menggotong. Adit dan Wayan Dauh menggotong bambu ke jarak jalan sekitar 500 meter dari lokasi kejadian.

Saat kembali ke lokasi Nyoman Buda, mereka terkejut karena tempat memotong bambu telah tertimbun material longsor. Keduanya langsung menghubungi aparat desa dan informasi menyebar hingga ke seluruh warga desa. 

“Dicari dari rujukan sifat bencana longsor ini merupakan kategori tipe slow onset (terjadinya secara perlahan) yang salah satunya terjadi perubahan iklim atau cuaca,” imbuh Wardana.

2. Pencarian korba terkendala hujan dan risiko longsor susulan

Kondisi tanah longsor di Desa Suter, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. (Dok. BPBD Bangli)

Mendengar kejadian tersebut, warga dari empat dusun di wilayah Desa Suter bersama petugas gabungan turun ke lokasi kejadian untuk mencari korban. Wardana menjelaskan, besarnya landasan material longsoran sangat menyulitkan upaya evakuasi tim dengan alat manual, sehingga harus menurunkan alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR Perkim) Kabupaten Bangli.

Pencarian belum membuahkan hasil, tapi hari semakin gelap. Hujan turun membuat para petugas khawatir akan muncul longsor susulan, sehingga pencarian korban dilanjutkan pagi ini pada Sabtu (14/2/2026). “Berkenaan situasi sudah mulai gelap dan di lokasi kejadian mulai turun hujan serta menghindari risiko longsor susulan sehingga diputuskan upaya pencarian dilanjutkan hari ini,” kata dia.

3. Polda Bali menerjunkan anjing pelacak untuk pencarian korban hari ini

ilustrasi anjing pelacak (pexels.com/Genadi Yakovlev)

Wardana menuturkan perkembangan terkini di lokasi pencarian korban. Pada Sabtu (14/2/2026), proses pencarian korban hilang berlanjut dengan tenaga manual dan alat berat berupa ekskavator. 

Pihak Kepolisian Daerah (Polda) Bali turut menerjunkan K-9 Polda Bali atau anjing pelacak untuk membantu pencarian korban. “Namun terjalnya menuju lokasi dengan medan turunan dan tikungan sehingga menyulitkan mobilisasi alat beratnya,” jelas Wardana. Ia mengatakan, hingga pukul 12.30 Wita Tim Dinas PUPR Perkim Bangli masih mengupayakan agar alat berat mampu menjangkau titik lokasi.

Editorial Team