Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
15 Penerbangan di Bandara Ngurah Rai Batal Sejak Perang AS-Iran
Bandara I Gusti Ngurah Rai (Dok.IDN Times/istimewa)
  • Penutupan ruang udara di kawasan Timur Tengah menyebabkan 15 penerbangan internasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dibatalkan sejak 28 Februari hingga 18 Maret 2026.
  • PT Angkasa Pura Indonesia terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan maskapai, AirNav Indonesia, serta aparat keamanan untuk memastikan kelancaran operasional bandara.
  • Total 3.197 calon penumpang terdampak penyesuaian jadwal, sementara layanan dan operasional bandara tetap berjalan normal dengan pengaturan parkir pesawat yang telah disiapkan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Badung, IDN Times - Penutupan ruang udara di kawasan Timur Tengah masih berdampak pada peningkatan pembatalan penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, pada Senin (2/3/2026). Hal ini disampaikan oleh Communication and Legal Division Head PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Gede Eka Sandi Asmadi.

Dari data sejak 28 Februari hingga 18 Maret 2026 hingga pukul 13.00 Wita, terdapat total 15 penerbangan rute internasional yang mengalami pembatalan, di antaranya 8 keberangkatan dan 7 kedatangan. Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) selaku pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali secara berkesinambungan terus melakukan pemantauan situasi ruang udara di kawasan Timur Tengah.

Selain itu, terus melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi, terutama maskapai penerbangan untuk melakukan pembaharuan jadwal penerbangan dan penanganan calon penumpang yang telah berada di bandara. Dengan AirNav Indonesia, koordinasi dilakukan untuk memantau ruang udara yang terdampak, serta dengan aparatur keamanan untuk mengantisipasi situasi keamanan di bandara.

"Berdasarkan data dari maskapai penerbangan, jumlah calon penumpang dari penerbangan yang mengalami penyesuaian jadwal penerbangan tersebut berjumlah 3.197 penumpang. Di mana data tersebut merupakan jumlah calon penumpang keberangkatan," jelasnya.

Adapun rincian jadwal penerbangan yang mengalami penyesuaian jadwal tersebut adalah sebagai berikut:

Keberangkatan

  • Emirates EK369 STD 19.50 Wita (28 Februari) rute Denpasar (DPS) ke Dubai (DXB)

  • Etihad Airways EY477 STD 18.45 Wita (28 Februari) rute Denpasar (DPS) ke Abu Dhabi (AUH)

  • Qatar Airways QR963 STD 20.30 Wita (28 Februari) rute Denpasar (DPS) ke Doha (DOH)

  • Qatar Airways QR961 STD 02.10 Wita (1 Maret) rute Denpasar (DPS) ke Doha (DOH)

  • Emirates EK399 STD 00.25 Wita (1 Maret) rute Denpasar (DPS) ke Dubai (DXB)

  • Emirates EK369 STD 19.50 Wita (1 Maret) rute Denpasar (DPS) ke Dubai (DXB)

  • Etihad Airways EY477 STD 18.45 Wita (1 Maret) rute Denpasar (DPS) ke Abu Dhabi (AUH)

  • Emirates EK399 STD 00.25 Wita (2 Maret) rute Denpasar (DPS) ke Dubai (DXB)

Kedatangan

  • Etihad EY476 STA 11.35 Wita (1 Maret) rute Abu Dhabi (AUH) ke Denpasar (DPS)

  • Emirates EK368 STA 16.30 Wita (1 Maret) rute Dubai (DXB) ke Denpasar (DPS)

  • Emirates EK398 STA 22.20 Wita (1 Maret) rute Dubai (DXB) ke Denpasar (DPS)

  • Qatar Airways QR960 STA 22.50 Wita (1 Maret) rute Doha (DOH) ke Denpasar (DPS)

  • Qatar Airways QR961 STA 05.10 Wita (2 Maret) rute Doha (DOH) ke Denpasar (DPS)

  • Emirates EK368 STA 16.30 Wita (2 Maret) rute Dubai (DXB) ke Denpasar (DPS)

  • Emirates EK398 STA 22.20 Wita (2 Maret) rute Dubai (DXB) ke Denpasar (DPS)

Operasional penerbangan dan pelayanan kebandarudaraan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali secara umum tetap berjalan dengan normal dan optimal. Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai juga telah mengantisipasi rencana pengaturan parking stand pesawat dari penerbangan yang terdampak, yang dialokasikan untuk 5 pesawat udara dari 3 maskapai penerbangan yang terdampak.

"Kami mengimbau kepada calon penumpang pesawat udara untuk terus berkomunikasi dengan maskapai penerbangan untuk pembaharuan informasi jadwal penerbangan," terangnya.

Editorial Team