Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pelaku Pariwisata Keluhkan One Day Trip ke Nusa Penida
Wisatawan di Pelabuhan Banjar Nyuh di Nusa Penida (Dok.IDNTimes/Wayan Antara)

Klungkung, IDNTimes- Pariwisata di Nusa Penida terus berkembang dalam 6 tahun belakangan. Bahkan berdasarkan data di Dinas Pariwisata Kabupaten Klungkung, rata-rata kunjungan wisatawan ke Nusa Penida bisa hingga 3000 pengunjung per hari. 

Namun kebanyakan wisatawan ke Nusa Penida saat ini one day trip atau satu hari kunjungan. Pariwisata seperti ini dianggap menjadi masalah, karena tidak berimbas luas terhadap akomodasi wisata di Nusa Penida.

Pemkab Klungkung saat ini tengah melakukan upaya, untuk mengurangi wisata one day trip ke Nusa Penida.

1. Wisatawan one day trip, tidak menguntungkan industri pariwisata secara luas

Dokumentasi Pribadi

Wisata one day trip sebenarnya sudah cukup lama dikeluhkan oleh pelaku pariwisata di Nusa Penida, khususnya pemilik akomodasi wisata hotel atau penginapan. Paket-paket one day trip ke Nusa Penida, dianggap tidak berimbas luas terhadap industri pariwisata di Nusa Penida.

Pelaku pariwisata di Nusa Penida, Gede Sutiyasa Mahendra mengungkap, biasanya wisatawan yang ikut paket one day trip ini, menyeberang dari Sanur (Denpasar) pagi hari ke Nusa Penida. Mereka lalu ke destinasi dan kembali ke Sanur pada sore hari.

"Ini tidak menguntungkan akomodasi wisata, karena wisatawan tidak menginap di Nusa Penida. Parahnya, malah tamu rombongan yang banyak one day trip. Ada agen travel yang buat paket one day trip ini," ungkap Mahendra pada Jumat (13/10/2023).

Hal ini menurutnya tidak sehat bagi industri pariwisata di Nusa Penida. Perekonomian dari pariwisata tidak begitu jalan, karena wisatawan tidak mengeluarkan uang banyak di Nusa Penida jika one day trip.

"Karena one day trip ini juga, ada perang harga penginapan di Nusa Penida. Ini harus ada campur tangan pemerintah, untuk membatasi wisata one day trip di Nusa Penida," harapnya.

2. One day trip jutru munculkan masalah lain seperti kemacetan dan kendaraan ugal-ugalan

Kemacetan angkutan wisata di Nusa Penida. (Dok.IDNTimes/Wayan Antara)

Pariwisata one day trip dinilai tidak hanya merugikan secara industri pariwisata secara ekonomi, namun juga menimbulkan masalah lain, seperti kemacetan dan masalah lalu lintas.

Tidak sedikit yang mengeluhkan sopir angkutan pariwisata yang ugal-ugalan, dan senang ngebut di Nusa Penida. Hal ini menurutnya juga imbas dari pariwisata one day trip.

"Bagaimana sopir tidak ngebut, mereka jemput tamu pagi dan harus ke destinasi yang jaraknya cukup jauh. Mereka (sopir) ini juga harus mengejar waktu, agar tamunya tidak ketinggalan boat saat sore hari. Ini jadi alasan kenapa banyak sopir pariwisata ngebut di Nusa Penida," jelas Sutiyasa Mahendra.

Belum lagi jalan kecil dan padatnya kendaraan, membuat di Nusa Penida kerap terjadi kemacetan. One day trip membuat kendaraan wisatawan tiba di pelabuhan, ke destinasi, dan kembali ke pelabuhan dalam waktu nyaris bersamaan. Ini kerap menimbulkan kemacetan.

"One day trip tidak menguntungkan secara pariwisata. Para pelaku wisata di sini (Nusa Penida) banyak yang ngeluh. Pemilik restoran, hotel, banyak ngeluh," ungkapnya.

3. Upaya membuat wisatawan betah di Nusa Penida dengan One Gate One Destination

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta dan warga menandatangani perjanjian kerjasama penataan destinasi wisata. (Dok.IDNTimes/Wayan Antara)

Sementara Bupati Kabupaten Klungkung, I Nyoman Suwirta mengatakan, pihaknya mengaku telah mendengar banyak keluhan tentang wisata one day trip di Nusa Penida. Menurutnya upaya terkait hal ini, yakni dengan membuat wisatawan betah berlama-lama di Nusa Penida.

"Saya tidak bisa membatasi kendaraan atau penyebrangan ke Nusa Penida. Cara satu-satunya membuat wisatawan nyaman berlama-lama di Nusa Penida," ujar Suwirta, Jumat (13/10/2023).

Pihaknya pun telah membuat konsep One Gate One Destination, untuk membuat wisatawan betah di Nusa Penida. Dengan konsep ini, setiap destinasi wisata unggulan di Nusa Penida akan ditata. Nantinya retribusi terhadap wisatawan akan dipungut di setiap destinasi wisata.

"Selain membuat wisatawan betah di Nusa Penida, konsep ini juga memberikan pendapatan lebih ke pemkab," ungkap Suwirta.

Sebagai tahap awal mewujudkan One Gate One Destination, dilaksanakan penandatangan kerja sama antara Pemkab dengan pengelola objek wisata tentang penataan dan pengelolaan daya tarik wisata.

Adapun destinasi pariwisata yang dimaksud yakni Objek Wisata Bukit Teletubies, Rumah Pohon Molenteng, dan Pantai Kelingking. Estimasi untuk mewujudkan One Gate One Destination ini, anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp2,3 Triliun. 

"Jangan beranggapan Nusa Penida dapat berkembang tanpa adanya biaya, kami yakin ke depan dengan konsep yang sudah dilegasikan kepada pemimpin-pemimpin berikutnya Nusa Penida tetap akan menjadi titik ungit Kabupaten Klungkung," ungkap Suwirta.

Editorial Team