Denpasar, IDN Times - Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana, Kolonel Inf Amrizal Nasution, mengatakan terjadi pengembangan struktur komando kewilayahan di wilayah Bali dan Nusa Tenggara yang selama ini berada dalam cakupan Kodam IX/Udayana.
Perubahan struktur organisasi tersebut merupakan bagian dari penataan dan penguatan organisasi TNI AD agar pelaksanaan tugas pertahanan dan pembinaan kewilayahan dapat dilaksanakan secara lebih efektif sesuai perkembangan kebutuhan organisasi dan karakteristik wilayah masing-masing.
Wilayah Nusa Tenggara Timur, Korem 161/Wira Sakti yang sebelumnya merupakan bagian dari Kodam IX/Udayana, dikembangkan menjadi Kodam XXVII/Sobe Sonbai. Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan Mayjen TNI Thevi Angandowa sebagai Pangdam XXVII/Sobe Sonbai.
Sementara itu, wilayah Nusa Tenggara Barat yang sebelumnya berada dalam jajaran Kodam IX/Udayana melalui Korem 162/Wira Bhakti, kini menjadi Kodam XXX/Rinambora, dengan Mayjen TNI Edi Saputra sebagai Pangdam XXX/Rinambora.
"Dengan adanya pengembangan organisasi TNI AD ini, wilayah yang sebelumnya berada dalam jajaran Kodam IX/Udayana, yaitu Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat, kini masing-masing menjadi wilayah komando tersendiri melalui pembentukan Kodam baru," jelasnya.
Sementara itu, Kodam IX/Udayana selanjutnya berkedudukan dan melaksanakan tugas kewilayahan di wilayah Bali. Dengan demikian, pengembangan organisasi tersebut menjadikan wilayah Bali dan Nusa Tenggara terbagi dalam tiga komando daerah militer, yakni Kodam IX/Udayana yang melaksanakan tugas kewilayahan di Bali, Kodam XXVII/Sobe Sonbai di Nusa Tenggara Timur, serta Kodam XXX/Rinambora di Nusa Tenggara Barat.
Dengan pengembangan tersebut, Kodam IX/Udayana terus berkomitmen menjalankan tugas pokoknya di wilayah Bali secara profesional, adaptif, dan responsif, serta senantiasa membangun sinergi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan seluruh komponen masyarakat dalam menjaga stabilitas wilayah dan mendukung kepentingan pertahanan negara.
