Denpasar, IDN Times - Suasana rumah di Jalan Tukad Gangga Gang Tirta Gangga Nomor 6 Panjer, Kecamatan Denpasar Selatan, pada Jumat (9/1/2026) sekitar 11.40 Wita, terlihat ramai. Beberapa orang laki-laki tampak berkumpul menemani Zet Wadu (63) di depan rumahnya yang terbakar. Rumah tersebut dipasangi garis polisi, bagian belakangnya sudah tak keruan. Bau abu kebakaran masih menyengat di hidung. Sementara deretan tanaman hias masih tampak hijau segar di depan rumah, juga dua ekor ternak ayam.
Hal yang menarik, teras rumah dan dinding depan bangunan masih utuh, juga barang yang menempel pada dinding tersebut. Ada tulisan Happy New Year di pintu depan rumah, kemudian plakat kayu bertuliskan Kami Berbahagia Karena Ada Yesus, jam dinding yang sudah tidak bergerak, dan kalender khas Bali. Zet Wadu masih terlihat tegar menyalami dan menyambut tamu yang datang. Sudah dua hari ia sakit sebelum tragedi kebakaran yang memakan korban tersebut. Pelipisnya ditempeli koyo cabe, ia mengenakan kemeja jins, kaus singlet putih, dan sarung kain. Satu-satunya pakaian yang tersisa melekat di badannya.
Zet Wadu merupakan paman Gerson Mengidima alias Geri (29), laki-laki yang tewas dalam kebakaran rumah, pada Kamis (8/1/2026) sekitar pukul 23. 00 Wita. Zet Wadu juga seorang ayah dari pramugari korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJY 182, Mia Tresetyani Wadu, pada 9 Januari 2021 silam. Rumah yang terbakar tersebut merupakan rumah tempat kedua korban baik Mia atau Geri hidup dan tumbuh bersama. Geri sendiri merupakan keponakan kesayangan Mia, keduanya meninggal di tanggal yang sama, 9 Januari.
''Waktunya sama. Harinya sama, 9 Januari. Itu yang saya sedih,'' ungkapnya.
