Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi seorang perempuan flu
Ilustrasi seorang perempuan flu (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Intinya sih...

  • Dinkes Bali memastikan hingga kini belum ada kasus super flu Influenza A (H3N2) subclade K yang terdeteksi di Bali.

  • Belum ada surat edaran atau sosialisasi dari Kemenkes, namun fasilitas kesehatan di Bali siap menangani kasus influenza.

  • Masyarakat diimbau tetap waspada dengan menjaga PHBS, rajin cuci tangan, olahraga, istirahat cukup, dan segera ke faskes jika bergejala.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Denpasar, IDN Times - Ancaman varian Influenza A (H3N2) subclade K atau super flu, hingga saat ini belum ada kasusnya di Bali. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Bali, I Gusti Ayu Raka Susanti menyampaikan belum ada kasus super flu yang terdeteksi di Bali. “Belum ada terdeteksi kasus super flu di Bali,” ungkap Susanti kepada IDN Times Rabu (7/1/2025).

Sebelumnya, berdasarkan pemberitaan IDN Times bahwa Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat setidaknya sudah ada 62 kasus yang teridentifikasi. Kemenkes juga telah memastikan super flu tidak mematikan seperti COVID-19. Bagaimana imbauan Dinkes Provinsi Bali kepada masyarakat terhadap adanya ancaman super flu? Berikut informasi selengkapnya.

Belum ada surat edaran terkait super flu

ilustrasi virus (pexels.com/CDC)

Susanti mengatakan, saat ini belum ada surat edaran terkait super flu di Bali. Kemenkes juga belum memberikan sosialisasi  soal super flu ke Bali. “Belum ada surat edaran terkait super flu, dan belum ada sosialisasi tentang super flu oleh Kemenkes,” imbuhnya.

Meskipun demikian, Susanti mengaku pihaknya tetap menyiapkan layanan fasilitas kesehatan (faskes) di Bali. Layanan ini sesuai standar menghadapi kejadian influenza. “Untuk faskes, akan selalu siap menghadapi kejadian influenza, karena sudah pengalaman COVID-19,” kata Susanti.

Gejala super flu

ilustrasi flu (freepik.com/benzoix)

Gejala super flu seperti terkena influenza yang muncul empat hari setelah terjangkit virusnya. Jika terjangkit, tubuh akan mengalami demam dan menggigil. Selain demam, penderita juga alami batuk kering secara terus-menerus. Hidung tersumbat, berlendir, dan gatal. Otot tubuh terasa amat pegal.

Mual-mual, sakit kepala, hingga merasakan lelah luar biasa, juga termasuk dalam ciri-cirinya. Tubuh juga alami diare, ini lebih sering terjadi pada anak-anak. Sebelum terdeteksi 62 kasus super flu di Indonesia, beberapa negara lebih dulu alami lonjakan kasus super flu. Negara itu seperti Jepang, Amerika Serikat, dan Kanada.

Imbauan untuk masyarakat di Bali tetap jaga pola hidup sehat

ilustrasi hidup sehat (unsplash.com/jsnbrsc)

Masih nihil kasus super flu, Susanti imbau masyarakat Bali tetap waspada dan sarankan agar menjaga pola hidup sehat dan bersih. Susanti menegaskan langkah pertama bagi masyarakat Bali agar tetap melakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Ia juga meminta agar masyarakat rajin mencuci tangan. “Bila perlu memakai masker bila batuk pilek,” imbuhnya.

Selain pola hidup bersih, menjaga kesehatan dengan rajin olahraga, diet seimbang, dan istirahat cukup, penting untuk dilakukan. Kata Susanti, itu bertujuan untuk meningkatkan daya tahan tubuh. “Bila bergejala influenza dan tidak sembuh dengan obat-obatan yang biasa dikonsumsi agar segera ke fasilitas pelayanan kesehatan,” tegas Susanti.

Editorial Team