Comscore Tracker

Tabanan Dihantui Anjing Liar Rabies, Ini Saran Distan

Kasus rabies terus bermunculan di Bali

Tabanan, IDN Times - Setelah tujuh warga digigit anjing rabies di Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan, Kabupaten Tabanan kini kasus yang sama juga terjadi di Kecamatan Pupuan. Satu orang warga Banjar Semojo, Desa Pupuan, digigit anjing liar di bagian pinggang dan bahu kiri, Kamis (19/5/2022) lalu.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, anjing tersebut positif rabies. Korban sendiri selain mendapatkan Vaksin Anti Rabies (VAR), juga diberikan Serum Anti Rabies (SAR).

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian (Distan) Tabanan, Gde Eka Parta Ariana, Senin (23/5/2022), menyatakan kebanyakan kasus rabies di wilayah Kabupaten Tabanan ini karena ulah anjing liar. Ini tentu menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam memberikan vaksinasi.

Baca Juga: 7 Orang di Tabanan Digigit Anjing Rabies, Waspada!

1. Populasi anjing di Kabupaten Tabanan diprediksi mencapai 71.062 ekor

Tabanan Dihantui Anjing Liar Rabies, Ini Saran DistanIlustrasi anjing (IDN Times/Wira Sanjiwani)

Dinas Pertanian Tabanan memperkirakan, populasi anjing di Lumbung Padi-nya Bali (Sebutan untuk Kabupaten Tabanan) ini mencapai 71.062 ekor pada tahun 2022. Namun mereka tidak memetakan berapa persen anjing yang liar yang ada di Kabupaten Tabanan.

Menurut Eka Parta, dalam menangani rabies langkahnya adalah melakukan vaksinasi kepada anjing. Ia menilai kesadaran masyarakat untuk vaksinasi anjing peliharaannya sudah baik, namun harus ditingkatkan lagi. Lalu bagaimana dengan anjing liar? Dalam melakukan vaksinasi anjing liar kata Eka Parta menggunakan teknik tulup (Senjata jarak jauh yang biasa digunakan untuk berburu hewan).

"Di satu kecamatan ada satu orang yang ahli dalam menggunakan teknik ini," ujarnya.

Selain tenaga yang terbatas dalam melakukan vaksinasi anjing liar dalam menggunakan teknik tulup, hambatan lainnya adalah topografi wilayah yang banyak semak, bukit dan berhutan. Sehingga memberikan tempat bagi anjing-anjing liar untuk bersembunyi dan sulit dijangkau oleh petugas vaksinasi.

Baca Juga: Warga Digigit Anjing, Dua Desa di Tabanan Zona Merah Rabies

2. Sterilisasi dipilih sebagai langkah pencegahan overpopulation anjing

Tabanan Dihantui Anjing Liar Rabies, Ini Saran DistanLangkah vaksinasi anjing di Tabanan (Dok.IDN Times/Istimewa)

Eka Parta menduga, banyak orang yang membuang anjing karena tidak sanggup memeliharanya. Perilaku ini dinilai menambah populasi anjing liar di Tabanan. Untuk itu ia berharap warga yang memiliki banyak anjing di rumah tidak membuangnya.

"Meskipun banyak, lakukan vaksinasi rabies secara rutin, maka tidak bermasalah meski pada akhirnya mereka dilepas karena sudah ada perlindungan. Apalagi vaksinasi rabies itu gratis. Ada satu lagi yang perlu dihindari, adalah membuang anjing sembarangan," katanya.

Selain menambah populasi, tindakan membuang anjing sembarangan ini menyulitkan petugas menjangkaunya untuk vaksinasi. Sehingga anjingnya lebih rentan terpapar rabies.

Bagi yang memang tidak mampu memelihara banyak anjing, bisa juga dilakukan open adoption atau melakukan steril.

"Sudah ada beberapa yang mengambil langkah steril. Steril ini juga sebagai salah satu cara mencegah overpopulation anjing," jelasnya.

3. Manfaat steril yang perlu diketahui

Tabanan Dihantui Anjing Liar Rabies, Ini Saran Distanilustrasi anjing dan pemiliknya (unsplash.com/Andriyko Podilnyk)

Selain mencegah overpopulationi, ada beberapa manfaat sterilisasi anjing yang perlu diketahui oleh warga, menurut Eka Parta. Yaitu:

  • Anjing yang menjalani proses sterilisasi akan jauh lebih sehat dan terhindar dari berbagai penyakit. Bagi anjing jantan dapat menekan kemungkinan adanya kanker testis, penyakit prostat, dan hernia. Hal yang sama juga berlaku pada anjing betina yang disteril. Pengangkatan rahim dapat mengurangi risiko kanker rahim, indung telur, payudara, dan kelenjar susu
  • Steril mencegah overpopulation. Dalam setahun, anjing betina bisa beranak 16 ekor. Jika ada yang memelihara anjing betina tanpa mensterilnya, tentu akan meningkatkan perawatan hewan tersebut. Sehingga steril, selain mencegah overpopulation, juga mengurangi beban biaya perawatan bagi pemiliknya
  • Mengurangi sikap agresif. Terkadang anjing peliharaan bersikap agresif, bahkan terhadap pemiliknya. Biasanya ini terjadi ketika musim kawin karena hormon mereka sedang meningkat. Hal ini juga yang kemudian menjadi penyebab terjadinya perkelahian hewan karena berebut pasangan. Tak jarang luka yang dideritanya cukup berat atau bahkan menyebabkan kematian.

Topic:

  • Irma Yudistirani

Berita Terkini Lainnya