Denpasar, IDN Times - Kondisi ekspor dan impor di Bali tercatat surplus USD401,50 juta atau sekitar Rp6,7 triliun tahun 2025. Angka tersebut berdasarkan pencatatan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali. Meskipun surplus, sederet komoditas ekspor di Bali mengalami penurunan. Ada lima negara dengan angka ekspor terbesar dari Bali, tapi hanya Jerman yang menunjukkan peningkatan.
Statistisi Ahli Madya BPS Bali, I Made Agus Adnyana, menjelaskan kebijakan geopolitik memberi kemungkinan pengaruh kondisi ekspor dan impor di Bali.
“Sebenarnya mungkin kalau secara teori itu mungkin ada pengaruh, tapi kita BPS belum melakukan risetnya sampai seperti itu. Kita baru baru mendapatkan data-datanya ini,” tutur Adnyana di Kantor BPS Bali, pada Senin (2/2/2026).
