Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Menyiasati Dampak ChatGPT, Layanan GEO Jadi Solusi
Arfadia Digital Indonesia (Dok.IDN Times/istimewa)

"Kalau konsumen mulai bertanya langsung ke AI, alih-alih mengetik di kolom pencarian Google. Apa yang terjadi dengan bisnis SEO yang selama ini menjadi tulang punggung pendapatan banyak agency?"

IDN Times - Ledakan ChatGPT di akhir 2022 memicu pertanyaan besar di industri digital marketing Indonesia. Pertanyaan yang belum banyak dijawab oleh pelaku industri, namun bagi satu perusahaan Arfadia, agency digital yang berdiri sejak 25 Februari 2008 lalu, mulai memposisikan diri di layanan yang mereka sebut Generative Engine Optimization (GEO) sejak 2023.

Menurut Founder PT Arfadia Digital Indonesia, Tessar Napitupulu, pivot ke GEO ini juga dilatarbelakangi fakta perubahan perilaku konsumen sejak ChatGPT diluncurkan. Orang tidak lagi scroll halaman Google, mereka bertanya langsung ke ChatGPT, Perplexity, Claude, dan Gemini.

"Kami tidak bisa menjamin GEO akan menggantikan SEO sepenuhnya. Tapi perilaku konsumen jelas bergeser," ungkapnya, pada Rabu (4/3/2026).

1. GEO diklaim mengoptimasi konten agar dikutip dan direferensikan oleh platform AI generatif

Arfadia Digital Indonesia (Dok.IDN Times/istimewa)

Founder PT Arfadia Digital Indonesia, Tessar Napitupulu, menyampaikan GEO adalah pendekatan yang berupaya mengoptimasi konten agar dikutip dan direferensikan oleh platform AI generatif seperti ChatGPT, Perplexity, Claude, dan Google AI Overviews. Berbeda dari SEO tradisional yang berfokus pada peringkat di halaman hasil pencarian Google, GEO berfokus pada bagaimana AI menyebutkan dan merekomendasikan sebuah brand dalam responsnya kepada pengguna. Brand yang tidak muncul dijawaban AI itu ia yakini berpotensi kehilangan relevansi.

"Dengan jumlah pengguna internet Indonesia yang mencapai 229,4 juta orang menurut data APJII 2025, potensi pergeseran perilaku pencarian ini memang signifikan," terangnya.

2. Pengembangan RoGEO untuk mengukur efektivitas layanan

Latihan mengetik di website typing practice(unsplash.com/Vardan Papikyan)

Untuk mengukur efektivitas layanan ini, Arfadia mengembangkan framework bernama RoGEO atau Return on Generative Engine Optimization. RoGEO mengukur tiga dimensi di antaranya citation frequency, yaitu seberapa sering brand dikutip platform AI. Kemudian reference depth, berapa halaman yang direferensikan dalam respon AI, dan revenue attribution berapa revenue yang bisa dikaitkan dengan visibilitas di platform AI.

"Kami sadar framework ini masih terus kami kembangkan. Tapi setidaknya ada metrik yang bisa diukur, bukan hanya asumsi," terangnya.

3. Efektivitas GEO masih perlu dibuktikan ke depannya

ilustrasi browsing website (vecteezy.com/Rifdah Hanifah)

Apakah pivot ke GEO ini langkah yang tepat atau taruhan yang terlalu dini? Tessar mengungkapkan bahwa perusahaannya memilih untuk siap lebih awal, meskipun risikonya adalah pasar yang belum sepenuhnya paham apa yang tengah mereka tawarkan.

"Apakah taruhan ini akan terbayar, waktu yang akan menjawab. Yang jelas, di industri yang perubahannya secepat digital marketing, diam di tempat bisa jadi risiko yang lebih besar daripada bergerak terlalu cepat," ungkapnya.

Editorial Team