Denpasar, IDN Times - Nasi putih dengan berbagai lauk pauk dan sambal pedas dibungkus daun pisang adalah ciri khas Nasi Jenggo. Fakta sejarah pencipta nasi ikonik ini masih tumpang tindih, tapi nama Men Djenggo mengemuka sebagai pelopor Nasi Jenggo yang berjualan sejak tahun 1970-an.
Perempuan bernama lengkap Jro Mangku Ni Ketut Ngasti meninggal dunia di usia 90 tahun. Ia memiliki dua anak yang menekuni dunia kuliner. Anak pertama adalah Henry Alexie Bloem (58), dan anak kedua Kadek Epy Dwipayani (55).
Nasi Jenggo terinspirasi dari film tema koboi tahun 1966 berjudul Django, tontonan kesukaan ayah mereka. Semasa kecil, anak pertama yang akrab disapa Bloem ini dijuluki Django oleh ibunya, dan beralih penyebutannya menjadi Djenggo.
Nama panggilan kecil Bloem itulah yang menginspirasi Ngasti saat berjualan Nasi Jenggo. Orang-orang jadi terbiasa memanggil sang ibu diikuti dengan nama anak pertamanya: Men Djenggo, yang berarti ibu dari Jenggo. Bagaimana perjalanan legenda kuliner Bali, Men Djenggo hingga meninggal dunia? Berikut kisah selengkapnya.
