Denpasar, IDN Times - Tato memberikan ciri khas dan makna tertentu bagi seseorang. Namun di Indonesia secara umum, tato masih dilabeli sebagai ekpresi negatif terutama bagi perempuan. Situasi ini cukup berbeda di Bali. Tato lebih dilihat sebagai art atau pernyataan diri. Satu di antaranya diceritakan oleh seorang perempuan asal Kota Denpasar, yang namanya ingin diinisial sebagai NS (37).
NS duduk sendirian di sebuah warung kopi. Ia menyingkap rambut, lalu memperlihatkan tato tunggal di lehernya bagian belakang. Ia tidak banyak bicara saat ditanyai makna tato tersebut. Senyumnya tawar, seolah menyimpan kesedihan dalam dirinya. NS merasa tato itu mengisyaratkan ada sesuatu yang dalam dirinya yang ingin memberontak tapi tidak bisa dikeluarkan dalam kehidupan nyata. Awalnya ia juga mendapatkan pertentangan dari keluarganya, namun mereka menyerah atas keputusan itu.
"Mohon maaf ini tidak bisa saya sampaikan ya, karena terlalu personal. Tapi saya merasa perempuan bertato sangat cool karena mereka seperti misterius, berani menantang kehidupan. Tapi kalau bisa jangan terlalu berlebihan juga tatonya," katanya Rabu kemarin, 22 April 2026.
Sementara, tato artis di Omtatu, Amanda (39), mengawali kariernya sebagai tattoo artists saat menjadi pelukis. Ia ada keinginan untuk mencoba tantangan lain melukis di kulit manusia. Sejak 2017 sampai sekarang, ia masih konsisten menekuni tattoo artists. Amanda berpesan, perempuan yang ingin memiliki tato untuk pertama kalinya supaya mempertimbangkan beberapa hal. Tato itu bersifat permanen, sehingga pemilihan desain yang tepat harus mencerminkan diri sendiri, memiliki makna yag dalam, dan tidak asal-asalan.
Tidak sembarangan mengambil customer, Amanda termasuk tattoo artists perempuan yang memiliki idealisme. Ia tidak akan melayani customer yang baru akan memiliki tato. Ia cenderung akan menanyakan alasannya ingin memiliki tato, usia, hingga izin dari orangtua.
"Kalau ada customer datang untuk menato ke aku first time, aku say no. Karena tato itu forever-kan, gak bisa dihapus, terus sayang aja. Otomatis dia addict," ungkapnya.
Amanda juga tidak menyangkal bahwa hingga saat ini sebagian masyarakat masih melabeli negatif kepada perempuan yang memiliki tato.
"Aku gak peduli, menurut kau tato itu art. Itu seni" katanya.
Ia menyarankan agar perempuan tidak menggunakan lotion supaya warna tatonya tidak pudar. Sebagai gantinya, bisa menggunakan coconut oil atau minyak-minyak alami.
