Tradisi Siat Yeh di Jimbaran saat Ngembak Geni. (Warisanbudaya.kemdikbud.go.id)
Tradisi selanjutnya ada tradisi di dari daerah Kuta Selatan, Kabupaten Badung, tepatnya di Desa Jimbaran. Tradisi ini dinamakan Tradisi Siat Yeh (perang air).
Tradisi ini sebagai simbol bertemunya dua buah sumber mata air yang ada di Jimbaran. Yaitu di timur disebut Pantai Suwung (air rawa), dan barat disebut Pantai Segara. Warga diharuskan menjaga kedua sumber mata air ini agar selalu mendapatkan kemakmuran. Selain itu, makna perang atau siat di sini memiliki makna, bahwa setiap hari harinya manusia berperang dengan dirinya sendiri, antara keinginan yang baik dan buruk.
Selama pelaksanaan itu dilakukan, warga di desa ini akan terbagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok untuk memohon air dari Pantai Suwung, dan kelompok lainnya di Pantai Segara. Mereka kemudian mengarak air suci ini ke lokasi Siat Yeh di Catus Pata (perempatan) desa, kemudian melakukan kegiatan saling menyiram air dengan kelompok lainnya menggunakan air suci tersebut.
Tradisi yang telah diwariskan oleh para leluhur ini wajib dijaga kelestariannya agar tidak punah. Tradisi-tradisi ini juga seharusnya sudah bisa dikemas sebagai kalender pariwisata di Bali, sehingga mampu menarik minat wisatawan untuk berlibur ke Bali.