Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG_20260130_130420.jpg
Rumah duka mahasiswa magang meninggal di Malaysia di Banjar Kaleran Kauh, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, pada Kamis (29/1/2026) malam. (Dok.Istimewa)

Jembrana, IDN Times – Duka mendalam menyelimuti keluarga di Banjar Kaleran Kauh, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana. I Made Berta Mahendra (22), seorang mahasiswa yang tengah meniti mimpi melalui program magang hotel di Malaysia, harus pulang dalam kondisi tak bernyawa.

Jenazah anak laki-laki tunggal ini tiba di rumah duka, Kamis (29/1/2026) malam, setelah menempuh perjalanan udara dari Negeri Jiran.

1. Ditemukan tak bernyawa oleh rekan sekamar

Ilustrasi Jenazah. (IDN Times/Esti Suryani)

Made Berta merupakan mahasiswa dari The International School Gianyar yang sedang menjalani program magang selama enam bulan di sebuah hotel Malaysia. Namun, memasuki bulan keempat masa magangnya, ia bernasib pilu.

Sekitar pukul 00.00 waktu setempat pada Sabtu (24/1/2026), korban pertama kali ditemukan oleh rekan sekamarnya yang berasal dari Lombok. Saat itu, rekan korban baru saja kembali ke kamar setelah menyelesaikan shift sore.

"Setibanya di kamar, temannya mendapati korban sudah dalam kondisi kaku dan dinyatakan meninggal dunia," ungkap Kepala Bidang P3T, Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerperin) Jembrana, Putu Agus Arimbawa, pada Jumat (30/1/2026).

2. Dugaan serangan jantung mendadak tanpa riwayat sakit

ilustrasi serangan jantung (pixabay.com/Tumisu)

Kepergian Made Berta menyisakan tanda tanya besar bagi keluarga, mengingat ia dalam keadaan sehat. Berdasarkan informasi awal, korban diduga meninggal dunia akibat serangan jantung mendadak.

Pihak keluarga mengaku sangat terpukul karena sebelumnya tidak ada firasat apa pun. Bahkan, dua hari sebelum kejadian, ia sempat video call dengan orangtuanya di Jembrana. Dalam percakapan tersebut, ia tampak ceria dan tidak mengeluhkan gangguan kesehatan.

"Keluarga masih sangat terpukul karena korban merupakan anak laki-laki satu-satunya di keluarga tersebut," kata Agus Arimbawa.

3. Jenazah tiba di Bali dan langsung dibawa ke rumah duka

Rumah duka mahasiswa magang meninggal di Malaysia di Banjar Kaleran Kauh, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, pada Kamis (29/1/2026) malam. (Dok.Istimewa)

Setelah melalui proses administrasi yang cukup panjang di Malaysia, jenazah akhirnya dipulangkan ke Indonesia. Pesawat yang membawa jenazah mendarat di Terminal Cargo Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, pada Kamis (29/1/2026) pukul 19.28 Wita.

Proses penjemputan dihadiri oleh pihak keluarga, perwakilan lembaga pendidikan, Disnakerperin Jembrana, serta tim BP3MI Bali yang membantu kelancaran dokumen. Setelah proses serah terima selesai pada pukul 19.40 Wita, jenazah langsung diberangkatkan menggunakan ambulans fasilitasi Pemkab Jembrana menuju rumah duka.

Isak tangis pecah saat jenazah tiba di rumah duka sekitar pukul 21.45 Wita dan diterima langsung oleh sang ayah, I Ketut Budiarta (61), serta ibunya, Ni Luh Martini (56). Kepulangan Made Berta ini menjadi duka kolektif bagi warga Desa Yehembang yang tidak menyangka putra terbaik mereka pulang dalam peti mati.

Editorial Team