Denpasar, IDN Times - Kebutuhan rumah di tengah menyempitnya luas lahan di Bali membuat Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia (PKP RI), Maruarar Sirait, mengkaji rumah susun (rusun) vertikal. Ide ini terlontar saat Maruarar berkunjung ke Bali, Senin (16/3/2026).
Ide rusun subsidi vertikal itu muncul setelah Maruarar menemui Duta Besar (Dubes) Singapura dan membicarakan soal perumahan. Singapura dengan luas daratan sekitar 736 kilometer persegi lebih sempit dari Bali dengan luas daratan sekitar 5.590 kilometer persegi.
“Kalau di Singapura sudah 60 lantai. Kalau kita mungkin sekitar 32 lantai. Kenapa tanah di kota makin mahal? Makin sulit,” kata Maruarar.
Pembangunan perumahan secara mendatar di Bali tidak akan mencukupi luas lahan yang tersedia. Bagi Maruarar, melirik skema perumahan vertikal akan menghemat penggunaan lahan di Bali. Khususnya tidak lagi mengorbankan lahan pertanian.
“Jadi ini menghemat sekali supaya jangan lagi lahan-lahan pertanian digunakan untuk perumahan atau untuk lain. Jadi menghematnya mesti ke atas,” katanya.
