TPA Mandung Tabanan sebelum terbakar (Dok.IDN Times/Istimewa)
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengolahan Sampah, Lumpur, dan Tinja DLH Tabanan, I Gede Anom Sumerta, mengungkapkan TPA Mandung sebenarnya memiliki lima unit alat berat terdiri dari dua ekskavator, dua buldoser, dan satu loader. Namun tiga alat berat rusak dan tidak dapat dioperasikan yaitu satu ekskavator, satu buldoser, dan satu loader.
Sehingga yang beroperasi di TPA Mandung untuk menata sampah adalah dua alat saja, masing-masing ekskavator dan buldoser.
"Sekarang ekskavator rusak juga. Sehingga yang bekerja saat ini cuma buldoser saja. Sekarang sudah ditambah lagi dengan ekskavator yang disewa," kata Anom.
Ia melanjutkan, sebenarnya Dinas PU Tabanan sudah memberikan bantuan berupa alat berat buldoser namun alat ini dioperasikan di TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu) di Banjar Sarwa Genep, Desa Gubug, Kecamatan Tabanan.
Sehingga sampah-sampah yang dihasilkan oleh warga Tabanan dibuang sementara di TPST Banjar Sarwa Genep sampai TPA Mandung kembali beroperasi.
"Kalau tidak ada buldoser dan sampah didorong manual oleh petugas akan membutuhkan waktu lama menatanya. Untuk itu meminta bantuan Dinas PU dalam hal peminjaman alat berat," jelasnya.