Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
KONI Klungkung Gagas Sirkuit di Bantaran Sungai Unda
Flat Race di Klungkung. (Dok. IDN Times/Koni Klungkung)
  • KONI Klungkung menggagas pembangunan sirkuit balap permanen di bantaran utara Tukad Unda untuk menampung antusiasme otomotif dan mengembangkan konsep sport tourism di daerah.
  • Keberadaan sirkuit diyakini mampu menggerakkan ekonomi lokal, membuka peluang bagi UMKM, serta meningkatkan aktivitas perdagangan dan jasa pendukung di sekitar kawasan.
  • Sirkuit ini ditargetkan menjadikan Klungkung sebagai pusat otomotif Bali Timur, menarik sponsor, event besar, serta memperkuat sinergi antara prestasi olahraga dan ekonomi kreatif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
6 Mei 2026

Ketua KONI Klungkung Anak Agung Gde Anom menyampaikan gagasan pemanfaatan bantaran utara Tukad Unda sebagai lokasi pembangunan sirkuit balap permanen. Ia menjelaskan potensi ekonomi dan sport tourism yang bisa tumbuh dari proyek tersebut.

kini

Rencana pembangunan sirkuit di bantaran Sungai Unda masih dalam tahap gagasan. Gung Anom optimistis konsep sport tourism akan memperkuat ekonomi lokal dan menjadikan Klungkung pusat otomotif Bali Timur.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    KONI Kabupaten Klungkung menggagas pembangunan sirkuit balap permanen di bantaran utara Tukad Unda untuk mendukung olahraga otomotif dan pengembangan sport tourism di daerah tersebut.
  • Who?
    Ketua KONI Klungkung, Anak Agung Gde Anom, yang juga Ketua DPRD Klungkung, menjadi penggagas utama rencana pembangunan sirkuit ini.
  • Where?
    Pembangunan direncanakan berlokasi di kawasan bantaran utara Tukad Unda, Kabupaten Klungkung, Bali.
  • When?
    Pernyataan mengenai gagasan pembangunan disampaikan pada Rabu, 6 Mei 2026. Jadwal pelaksanaan proyek masih menunggu informasi lebih lanjut.
  • Why?
    Rencana ini muncul karena tingginya minat masyarakat terhadap olahraga otomotif serta potensi besar sport tourism untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan UMKM.
  • How?
    Pembangunan sirkuit akan memanfaatkan lahan bantaran sungai sebagai fasilitas permanen yang dapat digunakan untuk event rutin dan menarik peserta serta penonton dari berbagai daerah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pak Gung Anom mau bikin tempat balapan di pinggir Sungai Unda. Katanya biar orang yang suka mobil dan motor bisa balapan di sana. Nanti banyak orang datang nonton, ada yang jualan makanan, kerajinan, dan bisa nginep di hotel. Jadi kota Klungkung bisa ramai dan orang-orangnya senang karena banyak pengunjung datang terus.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Gagasan pembangunan sirkuit permanen di bantaran utara Tukad Unda mencerminkan upaya kreatif untuk memadukan olahraga dan ekonomi lokal. Melalui konsep sport tourism, Klungkung berpotensi menghidupkan kembali aktivitas usaha kecil, meningkatkan okupansi penginapan, serta memperluas peluang promosi produk daerah. Inisiatif ini menunjukkan semangat kolaboratif antara pembinaan atlet dan penguatan ekonomi masyarakat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Klungkung, IDN Times - Ketua KONI Kabupaten Klungkung, Anak Agung Gde Anom, mendorong pemanfaatan kawasan bantaran utara Tukad Unda sebagai lokasi pembangunan sirkuit balap permanen.

Gagasan ini bertujuan memfasilitasi tingginya antusiasme masyarakat terhadap olah raga otomotif. Selain itu, rencana ini dirancang sebagai pintu masuk pengembangan sport tourism, yakni konsep wisata berbasis kegiatan olahraga yang diyakini mampu mendatangkan pergerakan ekonomi baru di daerah.

Gung Anom, sapaan akrabnya, melihat setiap ajang balap punya daya tarik besar untuk mendatangkan massa, baik pembalap maupun penonton dari berbagai daerah. Jika terealisasi, sirkuit permanen itu akan membuka peluang digelarnya event otomotif secara rutin di Klungkung.

“Setiap event pasti menghadirkan efek berantai bagi masyarakat. Ribuan orang datang, dan itu jadi peluang bagi UMKM untuk berkembang,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).

1. UMKM dan ekonomi lokal berpotensi tumbuh

Flat Race di Klungkung. (Dok. IDN Times/Koni Klungkung)

Ia menilai keberadaan sirkuit akan langsung berdampak pada pelaku usaha kecil. Produk lokal, kuliner khas, hingga kerajinan tradisional berpotensi lebih dikenal karena tingginya mobilitas pengunjung saat event berlangsung.

Tak hanya itu, kawasan sekitar sirkuit diprediksi akan hidup dengan aktivitas ekonomi baru, mulai dari pedagang hingga jasa pendukung lainnya.

2. Okupansi penginapan bisa Ikut terdongkrak

Flat Race di Klungkung. (Dok. IDN Times/Koni Klungkung)

Gung Anom juga menyoroti efek lanjutan pada sektor akomodasi. Kehadiran peserta dari luar daerah diyakini akan meningkatkan tingkat hunian hotel dan penginapan di Klungkung.

“Peserta tidak hanya datang untuk balapan. Mereka butuh tempat tinggal, makan di restoran lokal, dan kemungkinan besar akan berwisata juga,” jelasnya Gung Anom yang juga Ketua DPRD Klungkung.

Menurutnya, kondisi ini bisa memperpanjang lama tinggal wisatawan (length of stay), yang selama ini masih menjadi tantangan di Klungkung dibanding daerah lain di Bali.

3. Dibidik jadi pusat otomotif Bali Timur

Flat Race di Klungkung. (Dok. IDN Times/Koni Klungkung)

Dengan dukungan infrastruktur permanen, Klungkung dinilai punya peluang besar menjadi pusat kegiatan otomotif di Bali Timur. Selain itu, keberadaan sirkuit juga dapat menarik sponsor serta event berskala besar untuk masuk ke daerah tersebut.

Gung Anom optimistis, kombinasi antara pembinaan atlet melalui KONI dan penguatan ekonomi kreatif bisa berjalan beriringan.

"Selain prestasi olahraga, kami juga membangun ekosistem ekonomi. Sport tourism ini menuju untuk itu,” tegasnya.

Editorial Team