Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Screenshot_20250827_131905_Facebook.jpg
Program imunisasi Campak di Klungkung. (Dok. IDN Times/istimewa)

Intinya sih...

  • Dinkes Klungkung ambil sampel setiap kasus demam disertai ruamArdana menegaskan, setiap warga dengan gejala demam lebih dari 38 derajat disertai ruam merah harus segera diperiksa, termasuk pengambilan sampel darah maupun urin.

  • Dinkes masifkan program vaksinasi untuk anak hingga ke sekolah-sekolahProgram imunisasi, kata Ardana, menjadi benteng utama pencegahan. Vaksin campak-rubela telah diberikan secara masif, mulai dari bayi, balita, hingga siswa sekolah dasar.

  • Gejala Campak demam tinggi, ruam di kulit hingga bercak putih di mulutCampak biasanya ditandai dengan

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Klungkung, IDN Times - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung ikut memperketat kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit campak. Langkah ini dilakukan menyusul ditetapkannya status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di dua wilayah Kabupaten Karangasem yang berbatasan langsung dengan Klungkung.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Klungkung, I Ketut Ardana, menjelaskan kasus campak memang pernah terdeteksi di Klungkung. Tahun 2024, kata dia, ditemukan 13 kasus suspek campak. Dari hasil pemeriksaan laboratorium, hanya satu yang positif, sementara 12 lainnya dipastikan negatif.

Sementara sepanjang 2025, terdapat 11 kasus suspek campak yang sudah dilaporkan. Namun dari hasil pemeriksaan yang sudah keluar, empat sampel semuanya negatif.

“Pemeriksaan sampel campak dilakukan di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya. Prosesnya memang butuh waktu, tergantung ketersediaan reagen di laboratorium,” jelas Ardana, Rabu (27/8/2025).

1. Dinkes Klungkung mengambil sampel setiap kasus demam disertai ruam

ilustrasi imunisasi campak dan manfaatnya (freepik.com)

Ardana menegaskan, setiap warga dengan gejala demam lebih dari 38 derajat disertai ruam merah harus segera diperiksa, termasuk pengambilan sampel darah maupun urine.

Dinas Kesehatan juga rutin melakukan sosialisasi mengenai campak dan penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi (PD3I), serta memperkuat pengawasan di puskesmas dan rumah sakit.

2. Dinkes memasifkan program vaksinasi untuk anak hingga ke sekolah-sekolah

Program imunisasi Campak di Klungkung. (Dok. IDN Times/istimewa)

Program imunisasi, kata Ardana, menjadi benteng utama pencegahan. Vaksin campak-rubela telah diberikan secara masif, mulai dari bayi, balita, hingga siswa sekolah dasar.

“Kami bahkan turun langsung ke SD untuk menyasar siswa kelas 1 dalam pemberian vaksin campak-rubela,” tambahnya.

3. Gejala campak demam tinggi, ruam di kulit hingga bercak putih di mulut

ilustrasi campak (freepik.com/freepik)

Campak biasanya ditandai dengan demam tinggi mendadak, batuk, pilek, mata merah, hingga bercak putih di dalam mulut. Ruam kemerahan muncul di hari ketiga hingga kelima setelah demam, bermula dari wajah lalu menyebar ke seluruh tubuh.

Meski tidak ada obat khusus untuk campak, pasien bisa pulih dengan perawatan suportif, seperti istirahat cukup, asupan cairan, vitamin A, serta obat penurun panas.

Namun bila timbul komplikasi seperti pneumonia atau dehidrasi berat, pasien harus segera dirujuk ke rumah sakit.

Editorial Team