Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kemenhaj Kanwil Bali Dorong Pelayanan Ibadah Haji Ramah Lansia
Perwakilan jemaah asal Provinsi Bali saat pembekalan dan pelepasan jemaah di Kantor Gubernur Bali pada Sabtu, 25 April 2026. (IDN Times/Yuko Utami)
  • Kemenhaj Kanwil Bali meluncurkan inisiatif pelayanan haji ramah lansia dengan melibatkan jemaah muda untuk membantu jemaah lanjut usia selama pelaksanaan ibadah.
  • Antusiasme umat Muslim Bali menunaikan haji meningkat, dengan masa tunggu sekitar 26 tahun dan biaya total sekitar Rp90 juta per orang melalui mekanisme subsidi.
  • Hampir seluruh pemda di Bali telah menyediakan dana transportasi jemaah ke embarkasi, kecuali Kabupaten Gianyar yang diharapkan dapat berpartisipasi tahun depan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Denpasar, IDN Times - Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Bali mendorong pelayanan ibadah haji ramah lansia. Kepala Kanwil Kemenhaj Provinsi Bali, Mahmudi menyampaikan inisiatif ramah lansia ini hadir sebagai bentuk perhatian kepada jemaah lanjut usia (lansia).

“Ramah lansia ini adalah kita ini ada beberapa jemaah yang sudah lansia ya, sehingga perlu seperti tadi ya yang tua itu pakai kursi roda. Sehingga ada pelayanan khusus,” ujar Mahmudi, Sabtu (24/4/2026) di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali.

Bagaimana partisipasi jemaah muda dalam inisiatif ramah lansia? Seperti apa kabar ibadah haji di Bali? Berikut informasi selengkapnya.

1. Jemaah muda boleh membantu jemaah lansia

Jemaah haji lansia di Masjid Nabawi, Madinah (IDN Times/Sunariyah)

Mahmudi menyampaikan, inisatif ramah lansia ini tidak hanya terpusat pada petugas haji. Jemaah muda juga boleh membantu jemaah lansia.

Menurut Mahmudi, inisiatif ini sebagai sinergi untuk saling membantu dan memudahkan proses ibadah haji.

“Artinya bahwa ramah lansia ini bukan hanya petugas saja bahwa jemaah haji pun juga boleh membantu. Jadi kita bersinergi saling membantu, kebersamaan yang terpenting, sehingga mempermudah para jemaah kita untuk ibadah,” papar Mahmudi.

Jemaah haji dari Provinsi Bali terbagi ke dalam dua kloter, yakni kloter 70 dan kloter 71. Setiap kloter ada empat petugas, artinya total ada delapan petugas mendampingi jemaah dari Bali. Adapun jemaah haji tertua dari Kabupaten Buleleng, Bali berusia 88 tahun.

2. Animo umat muslim di Bali menunaikan ibadah haji

Ilustrasi ibadah haji (IDN Times/Uni Lubis)

Mahmudi mengatakan, rata-rata masa tunggu jemaah haji di Provinsi Bali sekitar 26 tahun. Tahun ini ada sekitar 5 ribu lebih daftar tunggu umat muslim yang akan mengikuti ibadah haji.

Menurutnya, jumlah itu bisa bertambah seiring dengan kesadaran ibadah haji umat muslim di Bali.

“Iya, artinya bahwa jemaah haji kita itu pertama ekonomi ya, ekonomi muslim kita ini baik. Kedua kesadaran untuk untuk menunaikan ibadah haji itu tentunya lebih bagus ya, sehingga antusias untuk mendaftar itu lebih banyak,” kata dia.

Demi menunaikan ibadah haji, jemaah harus mendaftar dan menyetorkan biaya awal sebesar Rp25 juta. Kata Mahmudi, biaya total ibadah haji per orang mencapai Rp90 juta.

Namun, ada mekanisme bantuan sehingga jemaah hanya perlu menambahkan sekitar Rp20 juta, dengan total biaya Rp40 jutaan. 

3. Gianyar belum menyediakan dana transportasi jemaah

Jemaah asal Bali mendapatkan pendampingan dan pelepasan di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali. (IDN Times/Yuko Utami)

Mahmudi juga menyoroti perhatian Pemerintah Kabupaten/Kota di Bali yang telah menyediakan transportasi dari daerah asal jemaah ke embarkasi. Pemerintah daerah (pemda) dapat menyediakan transportasi ke embarkasi tertuang dalam Pasal 37B Undang-undang (UU) Nomor 14 Tahun 2025 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Ibadah Haji dan Umrah.

Ketentuan dalam pasal itu mengatur bahwa biaya transportasi jemaah haji dari daerah asal ke embarkasi atau dari debarkasi ke daerah asal dapat dibebankan pada anggaran pendapatan dan belanja daerah atau APBD. Jika APBD tidak mencukupi, maka biaya transportasi tersebut dibebankan kepada jemaah haji.

“Alhamdulliah semua pemda sudah yang belum hanya satu Gianyar yang belum membiayai, mudah-mudahan tahun depan Gianyar bisa membiayai transportasi ke embarkasi,” ujar Mahmudi.

Editorial Team