Badung, IDN Times - Perhimpunan Dokter Seminat Rekayasa Jaringan dan Terapi Sel Indonesia atau REJASELINDO memperkuat ekosistem penelitian terapi sel. Ekosistem penelitian itu melibatkan ratusan dokter, peneliti, dan praktisi kesehatan dari Indonesia maupun luar negeri pada 3-4 April 2026 di Bali.
Ketua Umum REJASELINDO periode 2019–2022 dan 2023–2026, Dr. dr. Bintang Soetjahjo mengatakan, dalam mengembangkan teknologi kesehatan berbasis terapi sel di Indonesia membutuhkan pendekatan kolaborasi pentahelix. Ia yakin melalui kolaborasi tersebut Indonesia bisa memaksimalkan potensinya untuk mengembangkan inovasi di bidang kedokteran regeneratif.
Penguatan riset, pelayanan klinis, serta dukungan kebijakan diharapkan dapat mempercepat perkembangan terapi sel dan rekayasa jaringan di Indonesia.
“Dengan kerja sama berbagai pihak, kita berharap Indonesia dapat menjadi pusat pengembangan teknologi kesehatan berbasis riset. Dengan demikian, kita benar-benar dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” jelasnya.
