Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi flu (pexels.com/anna)
ilustrasi flu (pexels.com/anna)

Tabanan, IDN Times -Kasus pneumoni di Kabupaten Tabanan mengalami peningkatan dalam satu bulan terakhir. Berdasarkan data kasus pneumoni rawat inap dan rawat jalan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Singasana pada Desember 2025 adalah 20 kasus. Sementara Januari 2026, kasus rawat inap sudah tercatat 15 kasus dan rawat jalan sebanyak 10 kasus.

Dokter Spesialis Paru RSUD Singasana, dr Diah Permata Kinanti SpP, mengatakan peningkatan kasus ini satu di antara faktornya karena cuaca yang dingin dan berangin.

"Selain dingin, saat ini juga berangin sehingga menyebabkan penyebaran virus menjadi lebih luas," katanya, Jumat (23/12/2026).

Sebenarnya sudah ada vaksin influenza untuk memberi perlindungan. Seberapa efektif vaksin influenza mencegah penyakit influenza? Berikut pemaparan dr Diah.

1. Vaksin influenza diberikan setiap tahun

Ilustrasi vaksin influenza (Pixabay.com/Neelam279)

Diah mengatakan, virus Influenza kerap berubah komposisinya. Sehingga pemberian vaksin influenza biasanya diberikan setiap setahun sekali untuk melawan perubahan komposisi virus yang baru.

"Untuk Superflu yang saat ini berkembang, vaksin influenza yang terbaru masih bisa mencegah meski efektivitasnya tidak begitu tinggi. Ini karena Superflu adalah strain terbaru dari varian Influenza A yaitu H3N2 subclade K. Kemunculannya setelah vaksin influenza terbaru dirilis," jelas Diah.

Meski demikian, vaksin influenza saat ini penting diberikan terutama bagi anak-anak, lansia, serta pengidap penyakit kronis seperti jantung, paru kronis, asma atau pasien dengan imun yang lemah.

2. Masyarakat Tabanan mulai melirik vaksin influenza

ilustrasi vaksin influenza (msnbc.com/John Brecher)

Meski bukan vaksin wajib, namun vaksin influenza mulai dilirik masyarakat Tabanan. Menurut Diah, umumnya permintaan vaksin dari pasien dengan penyakit kronis seperti penyakit paru kronis dan asma.

"Untuk pasien ini biasanya akan dilihat dulu kondisinya. Jika tidak ada infeksi, maka vaksin diberikan. Jadi tidak semerta-merta langsung diberikan," papar Diah.

Selain itu, permintaan vaksin juga datang dari masyarakat yang bepergian untuk liburan maupun bekerja ke negara 4 musim. Vaksin influenza sendiri mengurangi risiko terinfeksi virus flu, serta mengurangi komplikasi serius akibat influenza seperti pneumonia. Harga vaksin influenza di kisaran Rp500 ribu hingga Rp1 juta.

"Ini harganya berbeda-beda di setiap layanan kesehatan," katanya.

3. Kasus pneumoni mengalami peningkatan

ilustrasi flu (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Kasus pneumoni di RSUD Nyitdah mengalami peningkatan dalam satu bulan terakhir. Pada Desember 2025, kasus rawat jalan dan inap tercatat sebanyak 20 kasus. Kasus ini lebih cepat naik pada Januari 2026. Rawat jalannya saja tercatat 10 kasus, sementara rawat inapnya sebanyak 15 kasus.

Menurutnya, cuaca dingin dan berangin memicu peningkatan kasus ini. Sebenarnya mudah untuk mencegah terinfeksi influenza.

"Terlebih dengan adanya Superflu, sebenarnya tidak usah panik. Cara mencegahnya mudah yaitu penerapan hidup bersih dan sehat. Makan bergizi, cukup minum, dan istirahat. Jangan lupa berolahraga, jangan begadang. Jika sakit, jangan lupa memakai masker," jelasnya.

Editorial Team