Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG-20260122-WA0049.jpg
Jasad Yuliana korban hanyut di Desa Kuwum, Marga, Tabanan ditemukan, pada Kamis (22/1/2025). (Dok.IDN Times/Istimewa)

Tabanan, IDN Times - Pencarian dua korban yang terseret arus sungai di Desa Kuwum, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan resmi dihentikan, pada Kamis (22/1/2026). Itu menyusul penemuan korban kedua, Yuliana Da Costa Makun (28). Jasad Yuliana ditemukan Tim SAR gabungan yang terdiri dari unsur TNI/Polri, Basarnas, BPBD Kabupaten Tabanan, PMI, Relawan, Perangkat Desa Kuwum Ancak pada pukul 14.00 wita di Tukad Yeh Ge, Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan.

Kerabat korban yang melihat jasad di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Singasana pun membenarkan jika itu adalah Yuliana. Dengan ditemukannya jasad Yuliana, tim gabungan kembali ke satuannya masing-masing.

1. Jasad Yuliana pertama kali ditemukan warga yang mencari pakan ternak

Jasad Yuliana korban hanyut di Desa Kuwum, Marga, Tabanan ditemukan, pada Kamis (22/1/2025). (Dok.IDN Times/Istimewa)

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, mengatakan Tim SAR gabungan menemukan jasad Yuliana Da Costa Makun (28), yang merupakan Ibu Audrey, pada Kamis (22/1/2026) sekitar pukul 14.00 Wita. Sebelumnya jasad Audrey Natania Banafanu (2) telah ditemukan di Pantai Batu Belig, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, pada Kamis (22/1/2026) sekitar pukul 07.00 Wita.

Dari informasi yang dihimpun di lokasi, korban pertama kali ditemukan oleh warga yang sedang mencari pakan ternak di tepi Sungai Yeh Ge, Banjar Koripan Kaja, Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri. Saat pertama ditemukan, tubuh korban dalam posisi telungkup.

2. Yuliana hanyut sejauh 6,9km

Jasad Yuliana korban hanyut di Desa Kuwum, Marga, Tabanan ditemukan, pada Kamis (22/1/2025). (Dok.IDN Times/Istimewa)

Yuliana hanyut sejauh 6,9km (kilometer) dari lokasi kejadian. Jasad selanjutnya dievakuasi ke RSUD Singasana, Nyitdah, Kabupaten Kediri, menggunakan ambulans Bali Bhuana Rescue.

Kerabat korban yang mengindentifikasi jasad tersebut ke RSUD Singasana pun membenarkan jika itu adalah Yuliana. Dengan ditemukannya korban terakhir ini, operasi pencarian dan pertolongan yang melibatkan unsur gabungan dinyatakan dihentikan.

"Saya atas nama pribadi dan juga organisasi mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR atas dedikasi dan kerja kerasnya dalam upaya pencarian korban. Tak lupa saya juga mengucapkan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban yang mengalami musibah," kata Sidakarya.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi cuaca buruk di musim penghujan. Hal ini dilakukan guna meminimalisir korban jiwa.

3. Pemkab Tabanan imbau meningkatkan kewaspadaan bencana

Kejadian bencana di Tabanan (Dok.IDN Times/Istimewa)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Bali selama periode 21 hingga 27 Januari 2026. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi akibat intensitas hujan yang tinggi dan angin kencang.

Menanggapi peringatan tersebut, Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, mengimbau seluruh masyarakat Tabanan agar meningkatkan kewaspadaan serta tidak mengabaikan potensi risiko yang dapat ditimbulkan oleh cuaca ekstrem.

“Pemerintah Kabupaten Tabanan mengajak seluruh masyarakat untuk tetap waspada, menjaga keselamatan diri dan lingkungan, serta mengikuti arahan dari instansi terkait. Kami juga meminta masyarakat untuk tidak beraktivitas di wilayah rawan bencana saat kondisi cuaca memburuk,” katanya.

Sanjaya juga menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama saluran air dan daerah aliran sungai, guna meminimalisasi risiko banjir selama musim hujan.

Editorial Team