Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jembrana Terima Ratusan Dosis Vaksin LSD dari Kementan
Pemerintah Pusat menyalurkan bantuan vaksin dan alat kesehatan untuk tangani penyakit LSD di Kabupaten Jembrana, Bali, pada Sabtu (17/1/2026). (Dok. Istimewa)

Intinya sih...

  • Pemerintah Kabupaten Jembrana menerima bantuan vaksin LSD dan alat kesehatan dari Pemerintah Pusat untuk melindungi ternak warga dari penyakit 'lato-lato'.

  • Peternak diminta proaktif melaporkan gejala awal penyakit pada sapi, seperti benjolan tidak wajar, dan menjaga kebersihan kandang agar virus tidak menyebar.

  • Bantuan vaksinasi dan kebersihan lingkungan kandang diharapkan dapat membantu memutus rantai penyebaran virus LSD di Jembrana.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jembrana, IDN Times - Pemerintah Kabupaten Jembrana bergerak cepat membentengi sektor peternakan dari ancaman penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) atau yang populer disebut penyakit 'lato-lato'. Langkah ini mendapat suntikan tenaga dari Pemerintah Pusat melalui penyaluran bantuan vaksin dan alat kesehatan pada Sabtu (17/1/2026).

Intervensi ini menjadi strategi krusial bagi Pemkab Jembrana untuk menekan temuan kasus yang mulai muncul di Kecamatan Negara dan Melaya. Diketahui, ada 28 ekor ternak sapi warga yang terserang LSD di Jembrana.

1. Gandeng Pusat untuk amankan ternak warga

Direktur Kesehatan Hewan Kementan RI, drh. Hendra Wibawa turun langsung ke Kabupaten Jembrana usai temuan kasus penyakit LSD pada sapi di Desa Manistutu, Kecamatan Melaya pada Sabtu (17/1/2026).(Dok Istimewa)

Bantuan diserahkan langsung oleh Direktur Kesehatan Hewan Kementan RI, drh. Hendra Wibawa, kepada Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan di Balai Tempek III, Desa Manistutu, Kecamatan Melaya. Adapun paket bantuan yang diterjunkan diantaranya 500 dosis vaksin LSD, 500 unit tube EDTA dan tube plain, 500 needle (jarum suntik), serta suplemen obat-obatan dan cairan disinfektan.

Bupati Kembang Hartawan mengapresiasi gerak cepat pusat dalam melindungi mata pencaharian peternak lokal.  "Hari ini kita terima peralatan lengkap. Ada vaksin, multivitamin, sampai disinfektan. Ini kolaborasi luar biasa antara Pusat, Provinsi, dan Kabupaten untuk masyarakat," tuturnya.

2. Peternak diminta proaktif lapor gejala 'Benjol'

Ternak sapi terjangkit virus Lumpy Skin Disease (LSD) atau penyakit kulit berbenjol di Kabupaten Jembrana.(Dok.Istimewa)

Meski bantuan sudah turun, drh. Hendra Wibawa mengingatkan para peternak untuk tetap waspada dan tidak meremehkan gejala awal. Ia meminta peternak segera melapor jika menemukan benjolan tidak wajar pada kulit sapi.

"Petugas akan memastikan apakah itu benar LSD atau hanya penyakit kulit biasa. Jika terindikasi sakit, segera lakukan isolasi mandiri. Pisahkan ternak yang sakit dari kawanan yang sehat agar tidak menular," tegas Hendra.

Ia menambahkan bahwa kecepatan pelaporan sangat menentukan keberhasilan memutus rantai penyebaran virus di lapangan.

3. Jaga kebersihan kandang jadi kunci utama

Petugas memantau ternak sapi setelah virus Lumpy Skin Disease (LSD) atau penyakit kulit berbenjol resmi terdeteksi masuk ke Bali, tepatnya di Kabupaten Jembrana pada Rabu (14/1/2026).(Dok.Istimewa)

Selain vaksinasi, kebersihan lingkungan kandang menjadi "PR" besar bagi para pemilik ternak. Pasalnya, virus LSD sangat mudah menyebar melalui perantara serangga seperti nyamuk dan lalat.

Hendra menyarankan peternak untuk rutin membersihkan kandang agar tidak lembap dan menggunakan insektisida jika diperlukan. Dengan langkah terpadu ini, diharapkan wabah LSD di Bumi Makepung bisa segera mereda dan ekonomi peternak kembali stabil.

"Batasi juga lalu lintas ternak yang keluar masuk area. Vaksinasi darurat ini adalah benteng, tapi kebersihan kandang adalah senjatanya," pungkasnya.

Editorial Team