Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jemaah Asal Bali Diingatkan Tetap Solid di Tengah Konflik Timur Tengah
Perwakilan jemaah asal Provinsi Bali saat pembekalan dan pelepasan jemaah di Kantor Gubernur Bali pada Sabtu, 25 April 2026. (IDN Times/Yuko Utami)
  • Sebanyak 680 jemaah asal Bali akan berangkat menunaikan ibadah haji pada 10 Mei 2026 dan kembali ke Tanah Air pada 19 Juni 2026 melalui dua kloter.
  • Kemenhaj Kanwil Bali mencatat peningkatan pendaftar haji sebagai tanda membaiknya ekonomi umat Muslim di Bali, dengan usia jemaah termuda 14 tahun dan tertua mencapai 88 tahun.
  • Setiap kloter didampingi empat petugas termasuk pembimbing dan tenaga kesehatan, serta tambahan pendamping dari Provinsi Bali untuk memastikan kelancaran dan keselamatan jemaah selama ibadah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Denpasar, IDN Times - Jemaah asal Provinsi Bali akan menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Mei 2026 mendatang. Berdasarkan keterangan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Bali, Mahmudi jemaah dari Bali akan berangkat dari kabupaten/kota masing-masing pada tanggal 8 Mei 2026. 

“Insyaallah dalam bulan depan nggih. Awal bulan kami sampaikan dan masing-masing akan masuk asrama di tanggal 9 Mei dini hari,” ujar Mahmudi Sabtu (25/6/2026) di Gedung Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali.

Melalui kegiatan pembinaan dan pelepasan jemaah haji Provinsi Bali, Mahmudi mengatakan jemaah akan terbang menuju Arab Saudi pada 10 Mei 2026. Rencananya jemaah Provinsi Bali akan kembali ke Tanah Air pada 19 Juni 2026. 

1. Jemaah tetap solid di tengah eskalasi konflik Timur Tengah

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Bali, H. Mahmudi. (IDN Times/Yuko Utami)

Provinsi Bali mendapatkan kuota ibadah haji sebanyak 698 porsi, sementara total jemaah saat ini yaitu 680 orang terdiri 325 orang jemaah laki-laki dan 355 jemaah perempuan. Jemaah yang dapat berangkat adalah mereka yang telah menuntaskan seluruh administrasi dan perangkat lainnya. Mereka terbagi ke dua kloter, yakni kloter 70 dan kloter 71. 

Mahmudi berharap agar seluruh jemaah asal Bali dapat berangkat ke Arab Saudi untuk menunaikan ibadah haji. Ia juga menekankan pesan dari Asisten Administrasi Umum Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali, I Wayan Serinah agar jemaah tetap kompak di tengah eskalasi geopolitik di Timur Tengah. Jemaah agar tetap disiplin, kompak, solid, dan fokus selama beribadah di Tanah Suci.

“Geopolitik sekarang di tengah ada eskalasi saat ini bahwa jemaah haji agar senantiasa kompak, untuk menjalin kerukunan, artinya jemaah haji itu sama-sama mendukung. Selalu mengikuti aturan-aturan Pemerintah Indonesia maupun Saudi,” papar Mahmudi.

2. Kemenhaj Kanwil Bali amati kesadaran ibadah haji di Bali meningkat

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Bali, H. Mahmudi paparkan kesadaran ibadah haji umat muslim di Bali. (IDN Times/Yuko Utami)

Berdasarkan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT), Mahmudi menyampaikan ada peningkatan umat muslim di Bali yang mendaftar haji ke Tanah Suci. Baginya hal tersebut adalah sinyal kekuatan ekonomi masyarakat. 

“Hal tersebut bisa dikatakan bahwa masyarakat Bali mengalami peningkatan secara ekonomi. Uang 25 juta yang dipersyaratkan sebagai setoran awal untuk memperoleh porsi haji. Insyaallah dirasakan tidak lagi besar bagi warga Bali,” kata dia.

Adapun dari sisi usia, jemaah termuda di Provinsi Bali berusia 14 tahun, dan tertua dari Buleleng usia 88 tahun. Saat pembekalan, jemaah haji tertua asal Denpasar mewakili dengan usia 84 tahun. Pekerjaan jemaah variatif, mulai dari PNS/BUMN, TNI/Polri, Swasta, Pedagang, dan lain-lain. Adapun latar pendidikan juga beragam mulai dari sekolah dasar hingga doktor.

3. Jemaah telah dapatkan pendampingan

Jemaah asal Bali mendapatkan pendampingan dan pelepasan di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali. (IDN Times/Yuko Utami)

Mahmudi juga mengucapkan rasa terima kasih atas petugas pembimbing jemaah. Setiap kloter akan didampingi empat petugas, terdiri dari 1 pembimbing, 1 ketua kloter, dan petugas tenaga kesehatan.

Menyadari perbandingan yang tidak sesuai antara jumlah jemaah dan petugas, maka telah tersedia petugas tambahan dari Provinsi Bali.

“Oleh karena itu alhamdulillah kelompok bimbingan haji Provinsi Bali mengirim dengan biaya sendiri. Jadi beliau berangkat untuk mendampingi para jemaah kita,” imbuhnya. Ia berharap agar para jemaah selalu dalam keadaan sehat, diberikan kemudahan selama menjalankan ibadah haji. 

Editorial Team