Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jelang Idul Adha, Permintaan SKKH di Tabanan Alami Peningkatan
Sapi Bali (IDN Times/Ayu Afria)
  • Menjelang Idul Adha 2026, permintaan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) di Tabanan melonjak hingga 10 ribu surat sejak Februari karena meningkatnya pengiriman Sapi Bali keluar daerah.
  • Pemerintah Provinsi Bali membatasi pengiriman Sapi Bali ke luar daerah sebanyak 50 ribu ekor per tahun untuk menjaga plasma nutfah, dan seluruh prosesnya wajib terhubung dengan data Pemprov.
  • Dinas Pertanian Tabanan menyiagakan 18 dokter hewan serta organisasi profesi guna memeriksa kesehatan hewan kurban di sekitar 25 titik pemotongan menjelang Idul Adha.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tabanan, IDN Times - Pemerintah Provinsi Bali membatasi pengiriman Sapi Bali ke luar daerah setiap tahun. Pada 2026, kuota pengiriman ditetapkan sekitar 50 ribu ekor sapi. Pengiriman tersebut wajib dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).

Di Kabupaten Tabanan, permintaan SKKH biasanya berkisar 100 surat setiap dua bulan. Namun, tiga bulan menjelang Idul Adha, permintaannya meningkat tajam.

Kabid Ternak dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Tabanan, I Gede Eka Parta Ariana, mengatakan tren kenaikan permintaan SKKH mulai terlihat sejak Februari dan terus meningkat hingga Mei 2026. Sejak Februari hingga Mei, jumlah permintaan SKKH telah mencapai 10 ribu surat.

"Kenaikan permintaan SKKH ini karena mendekati Idul Adha. Jadi banyak permintaan Sapi Bali keluar Bali," katanya, Rabu (20/5/2026)

1. Permintaan SKKH Dilakukan Ditempat Ternak Sapi Transit

ilustrasi sapi Bali (IDN Times/Ayu Afria)

Parta Ariana mengatakan pengurusan SKKH biasanya dilakukan di tempat ternak sapi transit. Di Tabanan, lokasi transit berada enam titik, yaitu empat di Kecamatan Baturiti dan dua di Kecamatan Kediri.

“Banyak pengusaha transit di Tabanan, sehingga pengurusan SKKH dilakukan di sini meskipun ternaknya tidak semua berasal dari Tabanan,” jelas Parta Ariana.

Sementara, populasi Sapi Bali di Tabanan saat ini berjumlah 32 ribu ekor. Paling banyak sebarannya di Tabanan bagian Utara seperti Kecamatan Baturiti dan Kecamatan Penebel.

2. Bali hanya mengirim sapi bali

Pengiriman Sapi Bali ke Jakarta melalui Pelabuhan Celukan Bawang. (Dok.IDN Times/Humas Karantina Denpasar)

Parta Ariana mengatakan, untuk melindungi plasma nutfah sapi bali, pengiriman sapi bali keluar daerah ini dibatasi setiap tahunnya. Kuotanya ditentukan Pemprov Bali, di mana tahun ini sebanyak 50 ribu ekor. "Selain itu Bali juga tidak menerima kiriman sapi dari luar. Yang boleh cuma mengirim keluar saja," kata Parta Ariana.

Nantinya SKKH yang diurus ini akan terkoneksi dengan data di Pemprov Bali. Sehingga jumlah sapi bali yang dikirim keluar bisa dimonitor. "Jika sudah memenuhi kuota maka pengiriman sapi bali dihentikan," ujarnya.

3. Dinas Pertanian Tabanan siapkan petugas kesehatan hewan

Kondisi sapi Bali di wilayah Kabupaten Tabanan. (IDN Times/Ni Ketut Sudiani)

Menjelang Idul Adha ini, Dinas Pertanian mulai mempersiapkan pengawasan kesehatan hewan kurban. Sekitar 18 dokter hewan disiagakan, dibantu organisasi profesi, untuk melakukan pemeriksaan ante mortem dan post mortem di sekitar 25 titik pemotongan di Tabanan.

"Biasanya akan bertambah lokasinya di H-2. Kami terus pantau," kata Parta Ariana.

Editorial Team