Sarana upacara segehan. (dok. pribadi/Ari Budiadnyana)
Dalam setiap bulan biasanya terdapat dua kali Kajeng Kliwon, karena jatuh setiap 15 hari sekali. Kajeng Kliwon merupakan pertemuan Pancawara (Pon, Wage, Umanis, Paing, dan Kliwon) Kliwon dengan Triwara (Pasah, Beteng, dan Kajeng) Kajeng.
Pada bulan ini, Kajeng Kliwon pertama jatuh pada Sabtu (14/3/2026), Saniscara Kliwon, wuku Wayang yang bertepatan dengan Tumpek Wayang. Kajeng Kliwon kedua jatuh pada Minggu (29/3/2026), Redite Kliwon wuku Watugunung.
Saat Kajeng Kliwon, umat Hindu menghaturkan segehan, tipat dampulan, serta canang. Hal ini bertujuan untuk menetralisir kekuatan negatif agar tidak mengganggu kehidupan manusia. Kajeng Kliwon juga sering disebut sebagai rahinan yang pingit atau tenget atau seram dalam kepercayaan umat Hindu di Bali.
Jadwal rahinan Hindu Maret 2026 ini dibuat sebagai pengingat umat Hindu agar selalu ingat akan kebesaran Ida Sang Hyang Widhi beserta manifestasinya. Selain itu, juga sebagai simbol untuk mengungkapkan rasa terima kasih atas berkah yang telah diterima selama ini.