Denpasar, IDN Times - Hujan petir berpotensi terjadi di wilayah Bali selama tiga hari berturut-turut mulai 27 hingga 29 Januari 2026. Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah III Denpasar mengimbau agar masyarakat waspada dampak bencana hidrometeorologi. Pada Selasa (27/1/2026), seluruh wilayah Bali diprediksi hujan sedang hingga lebat. Hujan Petir berpotensi terjadi di lima titik:
Pukul 14.00 Wita di Perairan Utara Pulau Bali
Pukul 08.00 Wita, 14.00 Wita di Selat Badung
Pukul 08.00 Wita di perairan Selatan Pulau Bali
Pukul 08.00 Wita, 14.00 Wita di Selat Bali bagian Selatan
Pukul 20.00 Wita di Selat Lombok bagian Utara
Sementara pada Rabu (28/1/2026), delapan wilayah berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat. Potensi hujan petir diprediksi terjadi di 6 lokasi di antaranya:
Perairan Utara Pulau Bali
Pukul 02.00 Wita di Selat Badung
Perairan Selatan Pulau Bali
Pukul 02.00 Wita di Selat Bali bagian Selatan
Selat Lombok bagian Utara
Selat Lombok bagian Selatan
Sedangkan pada Kamis (29/1/2026), potensi hujan petir akan terjadi di Selat Badung, perairan Selatan Pulau Bali, Selat Bali bagian Selatan, dan Selat Lombok bagian Selatan.
Sebagai catatan, hingga Senin (26/1/2026), dampak petir telah dua kali terjadi di wilayah Bali. Kejadian pertama pada 11 Januari 2026, bangunan Meru Tumpang 9 di Pura Pedharman Sira Arya Gajah Para, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem. Selanjutnya pada 19 Januari 2026, joran milik seorang pemancing di Pantai Wates Yeh Malet, Kabupaten Karangasem tersambar petir pada saat hujan deras. Korban mengaku mengalami kerugian sekitar Rp5 juta.
