Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Ilmu Warisan di How to Make Millions Before Grandma Dies
Poster film 'How to Make Millions Before Grandma Dies'. (Tix.id)

Sudah nonton film How to Make Millions Before Grandma Dies? Film Thailand terlaris di Indonesia ini bercerita tentang remaja bernama M, yang berusaha mengambil hati neneknya bernama Amah. Ia merawat sang nenek dengan harapan mendapatkan warisan jutaan dolar milik neneknya.

Selain memiliki cerita yang menyentuh hati, film arahan sutradara Pat Boonnitipat ini mengungkapkan tentang beberapa pelajaran finansial di dalamnya. Seperti apa? Berikut penjelasannya berdasarkan pendapat Luh Ella atau sering disapa Bunda Ika, seorang Associate Director Brondiva Agency.

1. Melakukan perbuatan baik, bukan karena warisan

Menurut Bunda Ika, setiap orang memang wajib melakukan kebaikan kepada setiap orang, terutama orangtua maupun keluarganya. Tentunya, dalam melakukan hal ini tidak boleh memandang seseorang dari tingkat finansialnya.

"Kalau orangnya kaya raya, kita berusaha untuk berbuat sebaik-baiknya kepada orang tersebut. Sedangkan kalau orang tersebut kurang mampu, kita tak acuh," ungkap Bunda Ika.

Hal ini mirip dengan yang terjadi di film How to Make Millions Before Grandma Dies. M berusaha mengambil hati Amah agar warisan sang nenek bisa jatuh kepadanya. Bagaimana jika ternyata sang nenek tidak memiliki warisan yang melimpah? Tentu akan menimbulkan rasa kecewa yang mendalam dalam diri M, karena dia tidak tulus merawat sang nenek.

2. Jangan terlalu berharap dengan warisan orangtua. Lebih baik persiapkan warisannya sendiri

Ilustrasi orang kaya. (Unsplash.com/Mathieu Stern)

Film How to Make Millions Before Grandma Dies mengajarkan kita jangan terlalu berharap pada warisan orangtua. Memang mendapatkan warisan yang berlimpah atau banyak bisa membantu finansial kita. Namun, hal ini justru membawa dampak yang buruk, misalnya terjadi sengketa waris.

Menurut Bunda Ika, sebaiknya setiap orang harus mempersiapkan warisan sejak masih muda (untuk diri sendiri). Ini akan membuat kita menjadi lebih mandiri, dan memotivasi diri untuk mendapatkan banyak penghasilan.

"Jika kamu memiliki perencanaan finansial seperti ini, kamu akan lebih termotivasi untuk giat bekerja dan keuangan keluarga akan lebih teratur," kata Bunda Ika.

3. Warisan berupa harta benda rentan memicu sengketa waris

Ilustrasi berkelahi. (unsplash.com/Ahmed Zayan)

Film ini menceritakan M bukan satu-satunya orang yang mengincar warisan nenek Amah. Anak-anaknya nenek Amah juga menginginkan jatah warisan tersebut. Hal ini menimbulkan intrik-intrik dalam alur film Thailand tersebut.

Menurut Bunda Ika, warisan harta benda seperti uang, properti, mobil, dan lainnya rentang menimbulkan sengketa waris. Apalagi pemilik warisan tersebut berasal dari keluarga besar. Saat pembagian warisan perlu adanya kesepakatan bersama mengenai besaran warisan yang akan diterima.

Jika ada satu keluarga tidak setuju atau tidak menerimanya, tentu akan memicu terjadinya sengketa waris. Selain memakan waktu yang lama dan biaya tidak sedikit, proses sengketa waris ini akan menimbulkan perpecahan dalam keluarga pemilik warisan tersebut.

"Alih-alih orangtua mempersiapkan warisan untuk keturunannya agar berguna, justru keluarga jadi berantakan," terang Bunda Ika.

4. Memilih warisan yang tepat agar terhindar dari sengketa waris

ilustrasi asuransi (unsplash.com/Scott Graham)

Jika bisa memicu sengketa, lalu warisan apa yang sebaiknya dipersiapkan untuk menghindari hal tersebut? Menurut Bunda Ika, warisan yang bisa kamu siapkan bisa berupa paper asset seperti asuransi. Dalam asuransi, penerima manfaat atau pewaris sudah ditentukan sejak awal.

Jika kamu membuat polis asuransi, di sana akan tercantum siapa saja yang berhak menerima klaim dari polis tersebut. Saat pemegang polis meninggal dunia, maka dana uang pertanggungan langsung diberikan kepada nama-nama yang telah tercatat sebagai penerima manfaat. Proses ini tidak memerlukan proses turun waris, seperti halnya warisan berupa harta benda. Sehingga bisa dikatakan bebas dari sengkat waris.

Keuntungan lain memiliki warisan paper asset adalah biaya yang dikeluarkan bisa lebih sedikit. Kamu cukup mempersiapkan dana sekitar 40 persen sampai 60 persen dari jumah warisan yang akan dibuat.

"Contohnya, kalau mau memiliki warisan sejumlah Rp1 miliar, kamu cukup mempersiapkan dana sekitar Rp300 juta hingga Rp600 juta saja," kata Bunda Ika.

Banyak pelajaran finansial menarik dari film How to Make Millions Before Grandma Dies. Persiapkanlah warisan untuk keluargamu, agar mereka memiliki masa depan yang lebih baik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team