Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
FB_IMG_1768780420422.jpg
Penanganan longsor di jalur Amlapura-Denpasar. (Dok. IDN Times/Istimewa)

Intinya sih...

  • Longsor di Jalur Denpasar-Karangasem

  • Senderan setinggi 6,5 meter jebol di Abang

  • Warga tetap diimbau waspada, hujan intensitas tinggi masih berpotensi terjadi di Karangasem

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Karangasem, IDN Times - Hujan deras yang mengguyur wilayah Karangasem dan sekitarnya sejak Minggu pagi hingga sore, 18 Januari 2026, memicu sejumlah kejadian bencana. Mulai dari longsor yang sempat menghambat arus lalu lintas, hingga jebolnya senderan bangunan milik warga.

"Hujan deras dengan intensitas cukup tinggi terjadi kemarin di Karangasem. Kami menerima beberapa kejadian bencana," ungkap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa, Senin (19/1/2026).

1. Longsor di Jalur Denpasar-Amlapura

Penanganan longsor di jalur Amlapura-Denpasar. (Dok. IDN Times/Istimewa)

Satu titik terdampak berada di jalur utama Denpasar–Amlapura, tepatnya kawasan Sang Hyang Ambu. Material longsor berupa tanah dan bebatuan dilaporkan menutup sebagian badan jalan, sehingga arus kendaraan tersendat. Jalur ini memang dikenal rawan longsor setiap kali hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah Karangasem.

Ida Bagus Ketut Arimbawa mengatakan, longsor terjadi di ruas jalan dengan volume lalu lintas cukup padat. Kondisi tersebut membuat penanganan harus dilakukan secepat mungkin agar mobilitas warga tidak terganggu terlalu lama.

“Petugas gabungan dari berbagai instansi bersama masyarakat langsung turun membersihkan material longsor yang menutup badan jalan,” kata Arimbawa.

2. Senderan setinggi 7,5m jebol di Abang

Senderan jebol di Kecamatan Abang, karangasem. (Dok. IDN Times/Istimewa)

Tak hanya longsor, hujan lebat juga menyebabkan senderan bangunan vila setinggi sekitar 7,5m (meter) jebol di Banjar Dinas Lean, Desa Bunutan, Kecamatan Abang. Runtuhan senderan menutup akses jalan, dan berdampak pada bangunan akomodasi serta rumah warga di sekitarnya.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian akibat kejadian ini masih dalam proses pendataan. Penanganan dilakukan dengan melibatkan alat berat dan berkoordinasi langsung dengan pemilik proyek bangunan.

3. Warga tetap diimbau waspada, hujan intensitas tinggi masih berpotensi terjadi di Karangasem

Senderan jebol di Kecamatan Abang, karangasem. (Dok. IDN Times/istimewa)

BPBD Karangasem mengimbau warga untuk tetap waspada, mengingat intensitas hujan masih cukup tinggi. Warga yang bermukim di wilayah rawan longsor, perbukitan, maupun bantaran sungai diminta meningkatkan kewaspadaan.

"Kami imbau untuk selalu waspada denhan intensitas hujan tinggi. Terutama warga yang tinggal di wilayah-wilayah rawan bencana banjir dan longsor," ungkapnya.

Editorial Team