Ilustrasi permintaan maaf (pexels.com/brettjordan)
Atas kejadian tersebut, melalui kuasa hukumnya, keluarga LHK meminta agar pihak hotel meminta maaf secara terbuka dan mengganti seluruh biaya perawatan akibat kejadian tersebut. Namun keinginan ini rupanya tidak disambut baik oleh pihak hotel. Dua kali kuasa hukum melayangkan somasi, tetap tidak ada respons dari managemen hotel, yakni pada 27 Juni 2022 dan 22 Agustus 2022.
“Kami sudah melakukan pendekatan secara baik-baik, mereka tetap bilang itu bukan salah mereka. Sedangkan pada saat reka ulang kejadian setelah anak ini dibawa ke rumah sakit, itu ditemukan terbalik dipasangnya. Jadi yang seharusnya posisinya yang atas menggantung di atas, tapi ini malah menggantung di bawah. Jadi nggak ngunci,” jelasnya.
Akhirnya kuasa hukum keluarga LHK kembali menemui pihak hotel pada Senin (22/8/2022). Komunikasi yang dilakukan juga tidak menemui hasil. Christian juga kembali menanyakan laporan polisi yang dilaporkan kliennya ke Polsek Kuta Selatan Lp/B/50/VI/2022/SPKT.Unit Reskrim/Polsek Kutsel/Polresta Denpasar/Polda Bali, tanggal 18 Juni 2022 atas dugaan kelalaian.
Usai disomasi yang kedua, pihak hotel kemudian merespons somasi pertama dan kedua dengan mengirimkan surat ke kuasa hukum korban. Ia menyampaikan bahwa saat ini kliennya juga sudah pindah ke Dubai karena alasan pekerjaan dan perawatan korban dilanjutkan di Dubai.
“Surat balasan dari pihak Hilton yang mana menurut saya tidak menjawab permasalahan. Terkesan tidak mau tanggung jawab merekanya,” jelasnya.
Lalu apa isi surat jawaban tersebut? Diungkapkan oleh Christian Elia, bahwa di dalam surat balasan yang diterimanya, General Manager Hotel tersebut menyampaikan bahwa pihak hotel masih berkomunikasi dengan pihak asuransi terkait masalah ini dan hasilnya akan disampaikan langsung setelah itu.
Sementara itu, pihak managemen hotel, saat dihubungi pada Kamis (25/8/2022), melalui marketingnya, Popy Tobing, menyampaikan sudah mengonfirmasi insiden tersebut dan pihak hotel telah melakukan upaya memastikan semua praktik berjalan sesuai standar.
Dalam jawaban tersebut, pihak hotel tidak memberikan respons terkait dengan tanggapan permintaan keluarga korban yang sebagaimana disampaikan melalui kuasa hukumnya.
“Kami mengonfirmasikan terjadinya insiden yang melibatkan tamu kami di Hilton Bali Resort. Keselamatan, keamanan, dan kesejahteraan tamu dan tim kami adalah yang utama. Hilton Bali Resort melakukan segala upaya untuk memastikan semua praktik dan standar sejalan dengan peraturan keselamatan dan keamanan yang sangat ketat,” jawabnya.