Denpasar, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali menyatakan Pulau Dewata memiliki tantangan risiko bencana dengan topografinya yang bervariasi, sehingga menuntut langkah mitigasi yang presisi.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali, Teja Bhusana menyampaikan sepanjang tahun 2025, tercatat 2.644 kejadian bencana di wilayah Bali dengan mayoritas hidrometeorologi yang menyebabkan kerusakan infrastruktur masif dan korban jiwa. Tren ini berlanjut di awal 2026 dengan kerugian materiil mencapai hampir Rp3 miliar.
"Data menjadi fondasi utama dalam pengambilan keputusan yang tepat," ungkapnya pada Jumat (22/5/2026).
