Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Harta Kekayaan Calon Bupati dan Wakil Bupati Tabanan
Sanjaya-Dirga/Mulyadi-Ardika (IDNTimes/Wira Sanjiwani)
  • Paslon Pilkada Tabanan 2024: Komang Gede Sanjaya-I Made Dirga dan I Nyoman Mulyadi-I Nyoman Ardika
  • Laporan harta kekayaan sebagai syarat pencalonan, tersedia di website e-LHKPN
  • Detail harta kekayaan paslon termasuk tanah, bangunan, alat transportasi, kas, dan utang
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tabanan, IDN Times - Pilkada 2024 ini Tabanan bakal diikuti dua pasangan calon (paslon) yaitu Komang Gede Sanjaya-I Made Dirga dan I Nyoman Mulyadi-I Nyoman Ardika. Berapa harta kekayaan mereka? 

Laporan harta kekayaan menjadi salah satu salah satu persyaratan yang harus dipenuhi paslon yang maju di pilkada.Kedua paslon Pilkada Tabanan itu pun sudah melaporkan laporan harta kekayaannya dan sudah terunggah di website e-LHKPN. 

Komang Gede Sanjaya-I Made Dirga maju di pilkada dengan usungan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), sementara paslon I Nyoman Mulyadi-I Nyoman Ardika diusung Koalisi Indonesia Maju (KIM) plus.

1. Laporan harta kekayaan adalah syarat wajib

Ketua KPU Tabanan, I Wayan Suwitra (Dok.IDN Times/Istimewa)

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tabanan, Wayan Suwitra mengatakan, syarat pelaporan harta kekayaan bagi caalon kepala daerah itu tertuang dalam Peraturan KPU nomor 8 tahun 2024 tentang Pencalonan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota. 

"Jika pada saat tahapan pencalonan syarat pelaporan  harta kekayaan  tidak dicantumkan dan disampaikan ke KPU, maka dapat menjadikan paslon menjadi tidak memenuhi syarat," kata Wayan, Jumat (25/10/2024).

Nah, berikut ini harta kekayaan para paslon yang maju di Pilkada Tabanan:

2. Harta kekayaan paslon nomor urut 1, Mulyadi-Ardika

Nyoman Mulyadi dan Nyoman Ardika (atau Sengap) saat mendaftar ke KPU Tabanan, Rabu (28/8/2024) (IDN Times/Wira Sanjiwani)

Pasangan calon nomor urut 1, I Nyoman Mulyadi dan I Nyoman Ardika melaporkan harta kekayaannnya pada tahun 2024. Mulyadi adalah seorang pengusaha dan Ardika selain seorang pengusaha juga seorang seniman yang dikenal dengan tokoh Sengap.

Adapun laporan kekayaan calon bupati nomor urut 1, Nyoman Mulyadi, dilaporkan pada 27 Agustus 2024. Dari laporan harta kekayaan yang diunggah di e-LHKPN, total kekayaan yang dimiliki Mulyadi sebesar Rp13,9 miliar dengan rincian:

  • Tanah dan bangunan: Rp7,78 miliar
  • Alat transportasi dan mesin:  Rp1,05 miliar
  • Harta bergerak lainnya: Rp1,52 miliar
  • Kas dan setara kas: Rp3,55 miliar

Sementara untuk harta kekayaan calon wakil bupati nomor urut 1, I Nyoman Ardika  dilaporkan pada 27 Agustus 2024. Dari laporan harta kekayaan yang diunggah di e-LHKPN, total kekayaan yang dimiliki Ardika sebesar Rp2,25 miliar dengan rincian:

  • Tanah dan bangunan: Rp2,02 miliar
  • Alat transportasi dan mesin Rp331 juta
  • Harta bergerak lainnya: Rp45 juta
  • Kas dan setara kas: Rp40 juta
  • Harta lainnya: Rp370 juta
  • Utang: Rp246,99 juta

3. Harta kekayaan paslon nomor urut 2, Sanjaya- Dirga

Sanjaya-Dirga mendapatkan nomor urut 2 (IDNTimes/Wira Sanjiwani)

Calon Bupati nomor urut 2, Komang Gede Sanjaya merupakan calon bupati petahana. Ia menjabat Bupati Tabanan periode 2021-2024. Harta kekayaannya dilaporkan terakhir pada tanggal 1 Februari 2024 dengan total kekayaan Rp8,44 miliar. Jumlah ini meningkat sebesar Rp440 juta dibandingkan laporan tahun sebelumnya. Berdasarkan laporan kekayaan yang dilaporkan per tanggal 26 Februari 2023, total harta kekayaan Sanjaya adalah sebesar Rp8 miliar.

Adapun rincian total kekayaan Sanjaya yang dilaporkan pada 1 Februari 2024 adalah:

  • Tanah dan bangunan: Rp4,23 miliar
  • Alat transportasi dan mesin: Rp956,5 juta
  • Harta bergerak lainnya: Rp750 juta
  • Kas dan setara kas: Rp2,5 miliar

Sementara calon wakil bupati Tabanan nomor urut 2, I Made Dirga terakhir melaporkan harta kekayaan pada 21 Maret 2024 dengan total kekayaan Rp2,8 miliar dengan rincian:

  • Tanah dan bangunan: Rp2,85 miliar
  • Alat transportasi dan mesin: Rp215 juta
  • Harta bergerak lainnya:Rp58 juta
  • Kas dan setara kas: Rp43 juta
  • Utang: Rp360,59 juta.

Editorial Team