Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
20260119_115224.jpg
Angkutan siswa gratis saat menunggu siswa pulang sekolah di SMP N 2 Dawan. (Dok.IDN Times/istimewa)

Intinya sih...

  • Ada keterlambatan penjemputan siswa di Desa Kusamba

  • Kendala armada menyebabkan keterlambatan penjemputan siswa kelas masuk siang

  • Dishub Klungkung masih kekurangan 30 unit armada untuk program angkutan siswa gratis

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Klungkung, IDN Times - Program angkutan siswa gratis untuk pelajar sekolah menengah pertama (SMP) di Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, mulai beroperasi, Senin (19/1/2026). Pada hari pertama, layanan antarjemput siswa masih menghadapi kendala keterbatasan armada.

Sopir angkutan yang terlibat dalam program ini, I Nyoman Yustika, mulai bersiaga sebelum jam pulang sekolah di SMP Negeri 2 Dawan. Ia melayani rute Dusun Mincidan, Desa Sampalan menuju SMPN 2 Dawan.

Yustika mengatakan, pada hari pertama operasional, jumlah siswa yang menggunakan layanan cukup banyak sehingga ia harus melakukan penjemputan secara bergantian. Dalam satu kali perjalanan, ia dapat mengangkut sekitar 14 siswa.

“Karena jumlah mobil terbatas, kami harus bolak-balik menjemput siswa,” ujarnya.

1. Keterlambatan penjemputan siswa

Angkutan siswa gratis di Klungkung. (Dok.IDN Times/istimewa)

Namun di satu sisi, sejumlah warga mengeluhkan keterlambatan penjemputan angkutan siswa, khususnya bagi siswa di Desa Kusamba. Sejumlah siswa dilaporkan sudah menunggu sejak pukul 10.30 Wita. Namun hingga pukul 11.30 Wita, mereka belum dijemput.

2. Keterlambatan penjemputan kemungkinan juga karena terbatasnya armada

Angkutan siswa gratis di Klungkung. (Dok.IDN Times/istimewa)

Angkutan dan Sarana Dinas Perhubungan Klungkung, I Wayan Putra Suijana, menjelaskan siswa yang belum terlayani merupakan siswa kelas masuk siang. Sesuai jadwal, penjemputan direncanakan dilakukan mulai pukul 10.30 Wita.

“Kami akan konfirmasi ke petugas di lapangan. Kemungkinan keterlambatan terjadi karena keterbatasan armada,” katanya.

3. Dishub sebut masih kekurangan armada angkutan siswa gratis

Angkutan siswa gratis di Klungkung. (Dok.IDN Times/istimewa)

Ia menyebutkan, idealnya program angkutan siswa gratis di Klungkung membutuhkan 80 unit armada. Namun hingga saat ini, baru tersedia sekitar 50 armada.

“Pada hari pertama dan kedua ini masih tahap evaluasi. Ke depan akan dibahas untuk mencari solusi agar layanan angkutan siswa bisa berjalan lebih optimal,” pungkasnya.

Editorial Team