Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi bepergian (pexels.com/Tranmautritam)
ilustrasi bepergian (pexels.com/Tranmautritam)

Rahajeng semeng semeton sareng sami (Selamat pagi teman-teman semuanya) semoga kabar baik dan sehat selalu ya. Ada berbagai ramalan hari baik menurut Hindu Bali berdasarkan Kalender Bali Digital pada Minggu, 8 Februari 2026. Mengawali pagi ini ramalan dibuka dengan catur laba. 

Pada hari catur laba, baik untuk bepergian menuju arah utara, upacara Manusa Yadnya, dan Pitra Yadnya. Sementara itu, pada hari kala brahma adalah hari yang mengandung arti kepanasan atau kesakitan. Tetaplah waspada dan berhati-hati ya. Bagaimana dengan ramalan hari baik lainnya? Apakah ada hari buruk yang harus dihindari? Baca selengkapnya di bawah ini.

Baik membangun tembok pekarangan

Ilustrasi tembok rumah warna hijau mint (freepik.com/bedneyimages)

Kala dangastra adalah hari baik untuk membangun tembok pekarangan, membuat alat-alat penangkap ikan. Namun, tidak baik untuk memulai pekerjaan penting dan tidak baik melakukan upacara atau gawe ayu

Sementara itu ada hari yang disebut dengan kala mangap adalah hari yang tidak baik untuk berbelanja. Jika kamu menggunakan hari ini untuk belanja akan berakibat boros. Jadi, kamu dapat pertimbangkan lagi rencana belanja yang tidak sesuai pengeluarannya.

Baik membuka lahan pertanian baru

ilustrasi pertanian (pexels.com/Tran Nam Trung)

Kamu yang ingin mulai bertani dan tersedia lahan yuk mulai saat ini. Sebab ada hari pepedan yang baik untuk membuka lahan pertanian baru. Namun, tidak baik untuk membuat peralatan dari besi. Rangda tiga merupakan hari yang tidak baik melakukan upacara pawiwahan atau pernikahan.

Baik mempersembahkan yadnya untuk Dewi Sri

Patung Dewi Sri (IDN Times/Yuko Utami)

Sri murti merupakan hari baik untuk mempersembahkan yadnya kepada Dewi Sri di lumbung. Ada juga hari yang disebut dengan sri tumpuk yang baik untuk mencari burung atau mepikat. Pararasan: Laku Pandita Sakti, Pancasuda: Sumur Sinaba, Ekajalaresi: Tininggalin Suka, Pratiti: Upadana.

Editorial Team