Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Hari Baik Menurut Hindu Bali 28 Oktober 2024
Ilustrasi sembahyang di pura. (IDN Times/Yuko Utami)

Bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda, ala ayuning hari ini yaitu amerta dadi. Hari ini baik untuk upacara Dewa Yadnya dan pemujaan terhadap leluhur. Selain baik untuk memuja leluhur, ala ayuning kala miled disebut baik untuk meramu obat-obatan, sadek, dan yang sejenisnya. 

1. Tidak baik bercocok tanam

Ilustrasi menanam sayuran (pexels.com/Frank Schrader)

Ala ayuning hari ini ada yang disebut kala sor, yakni tidak baik untuk melakukan pekerjaan yang ada hubungannya dengan tanah seperti membajak, bercocok tanam, membuat terowongan.

Hari ini tidak baik untuk dewasa ayu atau disebut kala temah. Termasuk pula kaleburau artinya tidak baik melakukan karya ayu atau yadnya. Ala ayuning kaleburau juga tidak baik melaksanakan rangkaian atiwa-tiwa/ngaben.

2. Baik membuat keris

Penampakan Keris di ruangan (dok. Novita)

Bagi para pembuat keris, ini adalah hari baik untuk membuat keris yang disebut dengan ala ayuning macekan wadon. Selain itu, hari ini juga baik untuk membuat taji, tumbak, dan alat penangkap ikan. Ala ayuning rangda tiga artinya tidak baik melakukan upacara pawiwahan

Pamacekan bermakna baik untuk mengerjakan sawah/tegal, membuat tombak penangkap ikan. Namun tidak baik melaksanakan yadnya. Salah wadi yakni tidak baik untuk melakukan Manusa Yadnya seperti wiwaha, mapendes, potong rambut, dan lainnya. Termasuk juga Pitra Yadnya seperti penguburan, atiwa-tiwa/ngaben, nyekah, ngasti, dan lainnya. 

3. Baik memuja Dewi Sri

Patung Dewi Sri simbol kemakmuran. (IDN Times/Yuko Utami)

Sri murti, hari ini baik untuk mempersembahkan yadnya kepada Dewi Sri di lumbung. Sri tumpuk yakni baik untuk mencari burung (mepikat). 

Namun, hari ini tidak baik melakukan semua jenis pekerjaan yang dianggap penting atau disebut uncal balung. Pararasan: aras tuding, pancasuda: sumur sinaba, ekajalaresi: manggih suka, pratiti: awidya

Editorial Team