Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi potong rambut (freepik.com/nattawatstocker)
Ilustrasi potong rambut (freepik.com/nattawatstocker)

Halo semuanya, gimana kabar kamu pagi ini? Apakah kamu lesu dan butuh semangat baru? Kalau iya, itu tandanya kamu butuh gaya rambut baru. Ramalan hari baik Hindu Bali berdasarkan Kalender Bali Digital pada Rabu, 27 Agustus 2025 ada yang disebut dengan cintamanik.

Hari cintamanik cocok dan sangat baik untuk melakukan upacara potong rambut. Sementara, dauh ayu merupakan hari baik untuk membuat awig-awig, peraturan atau undang-undang, dan baik untuk membangun. Berikut ramalan hari baik selengkapnya untuk kamu yang sudah penasaran.

Baik untuk segala pekerjaan dengan api

ilustrasi kompor non-gas (unsplash.com/Toa Heftiba)

Geni rawana merupakan hari baik untuk segala pekerjaan yang menggunakan api. Namun, tidak baik untuk mengatapi rumah, melaspas atau mengupacarai bangunan baru, dan bercocok tanam.

Gni rawana rangkep adalah hari baik untuk segala pekerjaan yang mempergunakan api. Namun, tidak baik untuk membangun dan mengatapi rumah. Kala bangkung dan kala nanggung artinya tidak baik untuk mulai memelihara ternak.

Baik memuja leluhur

ilustrasi sembahyang (freepik.com/eyeem)

Kala buingrau adalah hari baik untuk menebang kayu, membuat bubu, memuja pitra. Namun, tidak baik untuk membangun dan mengatapi rumah. Kala katemu artinya baik untuk menangkap ikan, berburu, mapikat, memasang jerat, kungkungan, dan mengadakan pertemuan. 

Kala kutila artinya baik untuk memulai pekerjaan yang mempergunakan api. Kaleburau merupakan hari yang tidak baik melakukan karya ayu atau yadnya, atiwa-tiwa, dan ngaben.

Tidak baik melangsungkan upacara pernikahan

Ilustrasi pernikahan (Unsplash.com/ Marc A. Sporys)

Lebur awu merupakan hari yang tidak baik melakukan upacara wiwaha atau pernikahan, pertemuan, membangun dan mengatapi rumah. Satu sisi, hari lebur awu adalah hari baik untuk membangun irigasi.

Panca prawani adalah hari yang tidak baik dipakai dewasa ayu. Pararasan: Aras Kembang, Pancasuda: Sumur Sinaba, Ekajalaresi: Tininggalin Suka, Pratiti: Wedana.

Editorial Team