Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Hari Baik Menurut Hindu Bali 23 Februari 2026, Saatnya Memuja Leluhur
Ilustrasi merajan atau tempat persembahyangan di setiap rumah umat Hindu di Bali. (IDN Times/Yuko Utami)

Sebelum memulai padatnya aktivitas pada Senin, 23 Februari 2026, ada berbagai ramalan hari baik Hindu Bali berdasarkan Kalender Bali Digital menyambutmu. Mengawali pagi ini ada hari amerta dadi yang baik untuk upacara Dewa Yadnya dan pemujaan terhadap leluhur.

Sementara itu, amerta dewa merupakan hari baik untuk melakukan Panca Yadnya khususnya Dewa Yadnya, membangun tempat-tempat suci atau ibadah, membuat lumbung maupun dapur. Amerta gati artinya baik untuk memulai suatu usaha  dan bercocok tanam. Penasaran bagaimana dengan ramalan hari baik lainnya? Baca selengkapnya di bawah ini.

Baik memulai suatu usaha

ilustrasi usaha kuliner street food (unsplash.com/Markus Winkler)

Ayu badra merupakan hari baik untuk mulai suatu usaha, bercocok tanam, dan membangun. Carik walangati adalah hari yang tidak baik untuk melakukan pernikahan atau wiwaha, atiwa-tiwa/ngaben dan membangun rumah. 

Kala buingrau adalah hari baik untuk menebang kayu, membuat bubu, memuja pitra atau leluhur. Namun, tidak baik untuk membangun dan mengatapi rumah. Kala siyung merupakan hari yang tidak baik, hari ini harus diwaspadai karena mengandung pengaruh buas. Kala sudukan adalah hari yang tidak baik untuk memindahkan orang sakit dan menunjukkan unsur perombakan.

Baik membuat keris

ilustrasi keris (griyokulo.com/ Gandik Pandawa)

Kala wikalpa adalah hari baik untuk membuat keris dan yang sejenisnya. Kaleburau merupakan hari yang tidak baik melakukan karya ayu atau yadnya. Namun, tidak baik melaksanakan atiwa-tiwa/ngaben.

Lebur awu merupakan hari yang tidak baik melakukan upacara wiwaha/pernikahan, pertemuan, membangun dan mengatapi rumah. Hari ini baik untuk membangun irigasi. Pepedan adalah hari baik untuk membuka lahan pertanian baru. Namun, tidak baik untuk membuat peralatan dari besi. 

Baik memperbaiki pagar

ilustrasi pagar besi hitam (vecteezy.com/imrandk)

Taliwangke merupakan hari baik untuk memasang tali penghambat di sawah atau kebun, memperbaiki pagar, membuat tali pengikat padi atau benda-benda mati. Namun, tidak baik untuk mulai mengerjakan benang tenun dan membuat tali ternak. Sampar wangke artinya tidak baik untuk bersenggama, kalau dilanggar bisa melahirkan bayi yang penuh kesialan dan kemalangan.

Sementara itu, salah wadi merupakan hari yang tidak baik untuk melakukan Manusa Yadnya, seperti wiwaha, mapendes, potong rambut, dan lainnya. Termasuk tidak baik melangsungkan upacara Pitra Yadnya, misalnya penguburan, atiwa-tiwa/ngaben, nyekah, ngasti, dan sebagainya. Pararasan: Laku Angin, Pancasuda: Tunggak Semi, Ekajalaresi: Buat Kemeranaan, Pratiti: Bhawa.

Editorial Team