Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Hari Baik Menurut Hindu Bali 23 Februari 2025
Ilustrasi bepergian naik sepeda (pexels.com/David Kouakou)

Selamat pagi teman-teman, semoga kabar kamu baik ya. Pada pagi cerah ini ada hari baik yang disebut dengan catur laba. Ini dipercaya sebagai hari baik untuk bepergian menuju arah utara, serta baik untuk melakukan upacara Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya.

Namun, ada juga kajeng uwudan bermakna sebagai hari yang tidak baik untuk menanam dan memetik tanaman. Seperti apa ramalan hari baik lainnya? Berikut selengkapnya.

1. Tidak baik berbelanja

ilustrasi belanja barang diskon (pexels.com/Max Fischer)

Asuasa adalah hari yang mengandung sifat boros sehingga tidak baik untuk berbelanja. Hari ini juga tidak baik untuk dewasa ayu. Kala jengkang adalah hari baik untuk membuat alat penangkap ikan, bubu dan mengadakan sabungan ayam (tajen). Kala mangap artinya tidak baik untuk berbelanja, bila menggunakan hari ini akan berakibat boros. 

Namun, tidak baik untuk Manusa Yadnya, menikah, dan upacara potong rambut. Kala lutung magelut merupakan hari baik untuk membuat atau meramu obat-obatan, mencampur sadek (makanan jangkrik), mulai membikin sawuh, dan melakukan tapa brata. Namun, tidak baik untuk berburu. 

2. Baik untuk berkunjung

ilustrasi berkunjung ke pantai (pexels.com/Jess Loiterton)

Kala ngunya artinya baik untuk berkunjung, membuat atau memasang kungkungan dan bubu. Kala jengking merupakan hari baik untuk mulai belajar menari, menabuh, membuat bubu, seser, jaring. 

Kala sor adalah hari yang tidak baik untuk bekerja hubungannya dengan dengan tanah seperti membajak, bercocok tanam, membuat terowongan. Kaleburau adalah hari yang tidak baik melakukan karya ayu atau yadnya. Tidak baik melaksanakan atiwa-tiwa atau ngaben.

3. Baik untuk beramal atau dana punia

ilustrasi kegiatan amal (freepik.com/freepik)

Rekatadala ayudana adalah hari baik untuk menanam tanaman yang beruas atau berbuku, melakukan dana punia (beramal). Srigati adalah hari baik untuk menyimpan padi di lumbung dan menurunkan padi dari lumbung. 

Srigati munggah adalah hari baik untuk membibit atau menanam padi, membuat alat-alat berjualan, membuat pahat, menyimpan padi atau upacara padi di lumbung. Namun, tidak baik meminjam sesuatu, menjual beli beras. Pararasan: Laku Pandita Sakti, Pancasuda: Sumur Sinaba, Ekajalaresi: Kinasihaning Jana, Pratiti: Sadayatana.

Editorial Team