Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Hari Baik Menurut Hindu Bali 21 Februari 2026, Saatnya Bekerja
ilustrasi bekerja (pexels.com/Kaboompics)
  • Kalender Bali Digital menunjukkan Sabtu, 21 Februari 2026 sebagai hari amertayoga, waktu yang dianggap baik untuk bekerja, mencari nafkah, dan memulai usaha baru.
  • Beberapa dewasa seperti dauh ayu dan sedana yoga juga dinilai baik untuk membangun, membuat aturan desa adat, serta memulai aktivitas perdagangan atau gotong royong.
  • Sebaliknya, hari-hari seperti carik walangati dan rangda tiga tidak disarankan untuk pernikahan atau upacara tertentu karena dianggap kurang membawa keberuntungan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Denpasar, IDN Times - Akhir pekan bekerja? Tap kamu gak salah dengar. Ramalan hari baik Hindu Bali berdasarkan Kalender Bali Digital pada Sabtu, 21 Februari 2026 adalah hari baik untuk bekerja.

Sebab ada hari amertayoga yang bermakna sebagai hari baik mencari nafkah atau pengupa jiwa. Hari ini juga baik untuk mulai suatu usaha atau perusahaan. Selain baik untuk bekerja, hari amertayoga juga baik untuk membangun.

Sementara itu, hari ayu nulus merupakan hari baik untuk segala usaha. Carik walangati merupakan hari yang tidak baik untuk melakukan pernikahan atau wiwaha, atiwa-tiwa/ngaben dan membangun rumah. 

Semoga secercah semangat masih menyertai langkahmu untuk bekerja dan berkarya. Keadaan dan hari tidak selamanya baik. Namun, mencoba lakukan yang terbaik hari ini mampu membesarkan hatimu. 

Baik membuat peraturan

ilustrasi peraturan (pexels.com/Joshua Miranda)

Dauh ayu merupakan hari baik untuk membuat awig-awig atau aturan setingkat desa adat di Bali, peraturan-peraturan maupun undang-undang. Hari ini juga baik untuk membangun. Dewasa ngelayang adalah hari baik untuk membangun rumah, membuat jukung dan sejenisnya. 

Kajeng rendetan artinya hari baik untuk menanam tumbuhan yang menghasilkan buah. Kala bangkung dan kala nanggung adalah hari yang tidak baik untuk mulai memelihara ternak.

Kala empas turun artinya baik untuk menanam umbi-umbian. Namun, tidak baik untuk memetik buah-buahan. 

Baik bercocok tanam

ilustrasi menanam pohon (pexels.com/Thirdman)

Kala matampak merupakan hari baik untuk menanam segala sesuatu atau bercocok tanam. Pepedan adalah hari baik untuk membuka lahan pertanian baru.

Namun, tidak baik untuk membuat peralatan dari besi. Kala ingsor adalah hari yang mengandung sifat atau tanda-tanda mengecewakan.

Kala jangkut adalah hari baik untuk membuat pencar, jaring, dan senjata. Rangda tiga merupakan hari yang tidak baik melakukan upacara pawiwahan atau perkawinan. Salah wadi artinya tidak baik untuk melakukan Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya.

Baik membuat tembok pagar

ilustrasi pagar besi hitam (vecteezy.com/imrandk)

Sarik ketah adalah hari baik untuk membuat tembok pagar. Sedana yoga artinya baik untuk membuat alat berdagang, tempat berdagang, dan mulai berjualan karena akan murah rejeki.

Semut sedulur adalah hari baik untuk gotong royong, kerja bakti, memulai kampanye, dan membentuk perkumpulan. Namun, tidak baik mengubur atau membakar mayat.

Subacara merupakan hari baik untuk melangsungkan segala jenis upacara, membuat program (rencana), dan membuat peraturan. Hari ini juga baik untuk mengangkat atau menunjuk petugas, serta mulai berlatih maupun belajar. Pararasan: Laku Bintang, Pancasuda: Satria Wirang, Ekajalaresi: Buat Astawa, Pratiti: Jaramerana.

Editorial Team