Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Hari Baik Menurut Hindu Bali 19 Maret 2025
ilustrasi menari (pixabay.com)

Selamat pagi, semoga kita semua diberikan kesehatan dan keselamatan ya. Ramalan hari baik pada Rabu, 19 Maret 2025 adalah kala jengking. Hari ini dipercaya baik untuk mulai belajar menari, menabuh, membuat bubu, seser, dan jaring. Namun, tidak baik untuk Manusa Yadnya, nikah, dan upacara potong rambut. Berikut ramalan hari baik selengkapnya.

1. Baik membuat saluran air

ilustrasi membersihkan saluran air (pexels.com/Juan Hernandez Jr)

Carik walangati dipercaya sebagai hari yang tidak baik untuk melakukan pernikahan atau wiwaha, atiwa-tiwa atau ngaben dan membangun rumah. Kajeng kipkipan artinya baik untuk membuat dungki (keranjang kecil tempat ikan). 

Kajeng uwudan berarti tidak baik untuk menanam dan memetik tanaman. Kala jangkut artinya baik untuk membuat pencar, jaring, senjata. Kala keciran, baik untuk membuat pisau penyadap (pengiris), mulai memotong danggul nira, membuat atau membuka saluran air. 

2. Baik menanam umbi-umbian

ilustrasi ubi ungu dan cilembu (pexels.com/Daniel Dan)

Kala kutila manik adalah hari baik untuk membuat ranjau, pagar, rintangan, lubang penghalang maupun pemisah, alat perangkap, upacara Bhuta Yadnya. Kala luang adalah hari baik untuk membuat terowongan, menanam ketela atau umbi-umbian. 

Kala suwung artinya tidak baik untuk dewasa ayu, berkunjung. Pepedan adalah hari baik untuk membuka lahan pertanian baru, tapi tidak baik untuk membuat peralatan dari besi.

3. Baik memperbaiki pagar

ilustrasi pagar hidup (pexels.com/Markus Winkler)

Taliwangke adalah hari baik untuk memasang tali penghambat di sawah atau di kebun, memperbaiki pagar, membuat tali pengikat padi. Namun, tidak baik untuk mulai mengerjakan benang tenun, membuat tali ternak. Purwanin dina artinya tidak baik sebagai dewasa ayu.

Salah wadi adalah hari yang tidak baik untuk melakukan Manusa Yadnya (wiwaha, mapendes, potong rambut, dan sebagainya) dan Pitra Yadnya (penguburan, atiwa-tiwa atau ngaben, nyekah, ngasti, dan lainnya). Pararasan: Laku Surya, Pancasuda: Lebu Katiup Angin, Ekajalaresi: Suka Pinanggih, Pratiti: Jaramerana.

Editorial Team